DetikSport
Selasa 07 November 2017, 12:50 WIB

Incar Emas Asian Games, Sri Wahyuni Juga Kejar Titel Sarjana

Mercy Raya - detikSport
Incar Emas Asian Games, Sri Wahyuni Juga Kejar Titel Sarjana Sri Wahyuni, lifter putri andalan Indonesia. (REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta - Lifter Sri Wahyuni Agustiani berambisi meraih medali emas dari Asian Games 2018. Dia tetap ngebut kuliah.

Yuni, panggilan karib Sri Wahyuni Agustiani, menjadi satu dari 11 jagoan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) untuk tampil di Asian Games 2018. Mereka digodok di Markas Komando Pasukan Marinis II, Jakarta Pusat mulai pekan lalu.

Yuni mempunyai modal bagus menuju Asian Games 2018 itu. Dia peraih perak Asian Games 2014 dan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Dia bertekad untuk memperbaikinya.

"Target saya pribadi ingin lebih dikembangkan dari yang kemarin. Sebenarnya, sih tidak susah cuma perlu kestabilan dari atletnya sendiri. Ya, untuk Asian Games ini yakin bisa saja. Mumpung jadi tuan rumah harapannya bisa memberikan yang terbaik dan pemerintah mendukung," ujar Yuni saat disambangi detikSport, Senin (6/11/2017).

Yuni tak sembarangan mematok target di Asian Games 2018 itu. Berkaca hasil latihan, angkatan terbaiknya sudah melampaui rekor pribadi dan peraih emas Asian Games 2014, Margarita Yelisseyeva, dari Kazakhstan.

Angkatan terbaiknya mencapai 208kg dari 91kg untuk snatch dan 117kg untuk clean and jerk dalam latihan pada Oktober 2017. Saat tampil di Asian Games 2014, angkatan terbaik Yuni hanya 187kg (80kg snatch dan 107kg clean and jerk). Yelisseyeva mencatatkan total angkatan 194kg (88kg snatch dan 106kg).

"Saat ini persiapan sudah masuk prakompetisi karena sejak kembali dari Universiade di Taiwan, saya dan teman-teman melanjutkan latihan. Kalau teman-teman lain yang baru di Kwini kan setelah SEA Games libur panjang, jadi rata-rata masih persiapan umum," kata Yuni.

Kuliah Sabtu-Minggu

Tak melulu berlatih, Yuni juga sekaligus menjalani peran sebagai mahasiswa. Dia tercatat sebagai mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Bekasi.

Agar dua-duanya bisa jalan, dia hanya bsia mengikuti kuliah pada akhir pekan. Semester ini, dia harus merampungkan 23 sks.

"Ya tidak dikejar atau diganti (jadwal kuliah tengah pekan). Senin sampai Jumat tidak masuk. Jadi, kuliahnya hanya Sabtu dan Minggu. Soalnya, lelah jika harus pulang pergi ke Bekasi," katanya.

Batal ke Kejuaraan Dunia

Atlet kelahiran 13 Agustus 1994 itu dipastikan batal ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Amerika Serikat. Sebagai gantinya, Yuni dkk. diturunkan di Kejuaraan Nasional di Riau pada waktu yang bersamaan, akhir November 2017.

"Kalau diminta memilih, saya inginnya ke Kejuaraan Dunia. Apalagi, saya dan pelatih memang sudah mempersiapkan ke arah sana, karena sejak awal dijanjikan seperti itu," Yuni menjelaskan.

(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed