DetikSport
Selasa 07 November 2017, 19:30 WIB

Hadapi Asian Games, Renang Usulkan TC di Amerika Serikat

Mercy Raya - detikSport
Hadapi Asian Games, Renang Usulkan TC di Amerika Serikat I Gede SIman Sudartawa (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) berencana menggodok perenang nasional di Amerika Serikat mulai awal 2017. Selain latihan, sejumlah kompetisi bisa diikuti.

Sebelum Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan, renang merupakan salah satu cabang olahraga prioritas. Meskipun, medali emas sulit untuk ditargetkan dari PRSI.

Dengan status prirotas itu, PRSI pun merencanakan training camp di Amerika Serikat (AS) untuk delapan perenang nasional.

"Terobosannya ada banyak. Salah satunya ya mengirim atlet untuk melakukan training camp dalam waktu yang lama. Prioritasnya ke Amerika dan rencananya delapan atlet yang sudah masuk Surat Keputusan 1 Oktober," kata Wakil Ketua Umum PRSI, Harlin E Rahardjo, di sela-sela pelepasan tim renang di Wisma Bakrie, Kuningan, Selasa (7/11/2017).

Harlin berharap realisasi pengiriman bisa dilakukanJanuari atau paling lambat Februari 2018. Nantinya, I Gede Siman Sudartawa cs. akan berlatih dan ikut berkompetisi selama lima bulan.

"Di sana (Amerika Serikat) mulai ramai pertandingan awal April sampai Juli. Jadi skenarionya adalah Januari sampai Maret mereka latihan, April sampai Juli diujicobakan, kemudian kembali ke Indonesia dan peaknya Asian Games tersebut," Harlin menjelaskan.

Ajukan Kembali Training Camp Australia untuk Akhir 2017

Tak hanya pengajuan ke Amerika Serikat, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) juga berencana mengajukan kembali proposal pelatnas ke Australia. Sebelumnya, proposal sudah diajukan kepada Satlak Prima, tapi tak ada kejelasan.

"Jika, dalam sepekan ini bisa di-push oleh manajer tim ya masih mungkin ke Australia karena Indonesia Open, test event Asian Games, baru bergulir mulai 10 Desember. Semoga bisa karena visanya sepertinya sudah jadi," kata Harlin.

"Waktu sebulan ini lumayan karena di Australia masuk summer, artinya akan ada pertandingan dalam setiap pekannya. Ini bagus untuk perenang kami untuk ujicoba buat mereka," ujar dia.

Harlin berharap transisi pembubaran Satlak Prima dan dialihkan kewenangannya kepada cabang olahraga tidak memakan waktu lama.

"Ya, harus lebih baik lah dari sebelumnya Jangan terlalu lama juga transisinya karena ini berkaitan dengan pencairan anggaran juga. Tapi sejauh ini baik Kemenpora dan KONI terus mengundang cabor-cabor untuk melakukan rapat koordinasi dan sosialisasi," dia mengatakan.

"Yang penting adalah programnya anak-anak. Itu yang utama karena untuk Asian Games. Jika itu saja tidak bisa dilakukan maka hasilnya bakal tidak bagus dan dampaknya cukup besar. Jadi kami berharap bisa lebih baik," dia berharap.
(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed