DetikSport
Rabu 08 November 2017, 22:30 WIB

Biaya Broadcast Asian Games 2018 Mencapai Rp 800 Miliar

Mercy Raya - detikSport
Biaya Broadcast Asian Games 2018 Mencapai Rp 800 Miliar Foto: Randy Prasatya/detikSport
Jakarta - Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) membutuhkan dana mencapai Rp 800 miliar untuk keperluan broadcast Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Untuk apa saja?

INASGOC menggandeng International Games Broadcast Service (IGBS), sebuah perusahaan asal Swiss, untuk memproduksi siaran Asian Games 2018. IGBS memenangi tender atas tiga rival lain.

IGBS memiliki pengalaman memproduksi siaran televisi olahraga, di antaranya pada Asian Games 2006, 2010, dan 2014. Mereka juga bakal bertanggung jawab untuk broadcast Piala Dunia Rusia 2018.

IGBS akan memproduksi siaran dari 40 cabang olahraga (cabor), dengan 38 di antaranya merupakan siaran langsung. Sementara, dua cabang lainnya, bridge dan squash, berupa highlight pertandingan.

Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi, mengatakan biaya untuk membuat tayangan langsung 38 cabor cukup tinggi. Yakni, mencapai Rp 800 miliar.

Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi (kiri)Direktur Broadcast INASGOC, Linda Wahyudi (kiri) Foto: Mercy Raya/detikSport

"Mereka akan membuat produksi live-nya secara langsung dengan 427 kamera. Semua alat memiliki kualitas super HD 10-80 inch. Itu mereka yang menyediakan," kata Linda kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

"Hitung-hitungannya, satu cabor itu, biasanya, ongkos produksi sebesar USD 350 ribu (Sekitar Rp 4,7 miliar). Itu produksi paling minim hanya dengan lima kamera dan standar dengan ada slow motionnya. Jadi, jika 38 cabor bisa dikalikan," ujar dia.

"Untuk cabor di jalan raya, balap sepeda dan maraton, itu perlu helikopter. Biayanya bisa mencapai USD 1 juta (sekitar Rp 13 miliar). Kami juga tidak mempunyai alat untuk underwater. Kami menyerah soal teknologinya," ujar dia.

Lagipula, menurut Linda, untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan siaran televisi, INASGOC hanya bisa menyewanya. Sebab, INASGOC dilarang untuk belanja barang. Padahal, peralatan itu berasal dari London dan Prancis.

"Bahkan, kami masih menunggu control room-nya dari Rusia setelah Piala Dunia. Dan alatnya memang khusus," Linda menjelaskan.

Siaran untuk opening dan closing ceremony belum termasuk paket tersebut. INASGOC akan menyediakan lagi.

"Akan menggunakan broadcast juga. Tapi, pembiayaannya beda. Jadi, kami hanya produksinya saja, kami coverage-nya. Tapi dari content, produksinya, semua deputi II bagian ceremony," kata Linda yang juga menjabat sebagai Deputi III Games and Support itu.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed