detiksport
Follow detikSport
Kamis, 09 Nov 2017 18:59 WIB

Terkait Kewenangan, KONI Diminta Jangan Bikin Bingung Cabor

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar jangan bikin bingung induk-induk cabang olahraga dalam mempersiapkan diri menuju Asian Games 2018.

Hal itu dilontarkan menyusul adanya surat edaran KONI kepada cabang-cabang olahraga, khususnya cabor prioritas Asian Games. Dalam surat tersebut KONI meminta cabor menyerahkan proposal berikut daftar nama manajer beserta jajarannya.

"Dalam surat itu tertulis jika KONI meminta cabor agar mengirimkan proposal berikut daftar manajer dan perangkatnya kepada KONI paling lambat hari ini (Kamis). Kebetulan tadi kami rapat di Kemenko PMK, jadi kami ingatkan KONI agar membuat surat edaran mohon hati-hati," kata Gatot kepada detikSport, Kamis (6/11/2017).

"Bahkan, surat itu tidak ditembuskan kepada Menpora Imam Nahrawi. Padahal itu sebagai bagian dari tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017. Meskipun tidak ada disebutkan tapi bukan rahasia lagi KONI membantu Menpora. Maka itu, saya terpaksa harus mengingatkan. Jika tidak, akan ada kebingungan dari cabor," ucapnya.

Menurut Gatot, dalam pertemuan antara Kemenpora dengan KONI dan cabang-cabang olahraga, Senin (6/11) lalu, sudah ada kesepakatan bahwa yang berhak mengirim surat permintaan kepada cabor hanya Kemenpora. Walhasil, surat edaran KONI dinilai bisa bikin bingung.

"Karena itu saya terpaksa perlu mengingatkan KONI kembali," ujar Gatot.

Juknis Akan Terbit Dalam Dua Pekan ke Depan

Dibubarkannya Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) 10 bulan menjelang Asian Games memang memberi dampak tersendiri bagi para cabang olahraga. Diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017 pada 19 Oktober lalu turut membuat tugas pokok fungsi cabor dan pemerintah berubah.

KONI, yang pada persiapan ajang multicabang sebelumnya tidak pernah dilibatkan, kini memiliki peran sebagai pengawas dan membantu menteri dalam mengontrol cabor. Tapi tugas dan fungsi masing-masing pihak perlu lebih ditegaskan lagi agar tidak ada kewenangan yang tumpah tindih.

Kini cabang-cabang olahraga malah sudah mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan dasar hukum turunan dari Perpres, berupa panduan atau petunjuk teknis (juknis).

"Draft Juknis sudah ada pada saya. Poinnya tidak ada masalah. Dua pekan ini beres. Tapi kembali lagi kepada KONI saya harap fungsinya sudah jelas dan jangan kemudian membuat cabor menjadi lebih bingung," kata Gatot menjelaskan.


(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed