DetikSport
Selasa 14 November 2017, 03:37 WIB

Empat Perenang Indonesia Tembus Limit A Olimpiade Remaja

Mercy Raya - detikSport
Empat Perenang Indonesia Tembus Limit A Olimpiade Remaja Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Tim renang Indonesia tak melampaui target medali emas di kejuaraan renang kelompok umur 2017 di Brunei Darussalam. Meski begitu, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) senang karena ada empat atletnya yang lolos limit-A Olimpiade Remaja.

Kejuaraan renang 41st South East Asia (SEA) Age Group Swimming Championship 2017 berlangsung pada 10-12 November di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Indonesia menempati peringkat dua dengan perolehan 19 medali emas, 24 medali perak, dan 14 medali perunggu. Sementara itu, juara umum diraih Vietnam yang mengoleksi 51 medali emas, 27 perak, dan 13 perunggu. Menyusul di peringkat tiga yaitu Thailand dengan perolehan 16 medali emas, 21 perak, dan 29 perunggu.

Wakil Ketua PRSI Harlin E. Rahardjo mengakui bahwa tim renang junior Indonesia belum bisa maksimal di ajang tersebut. Meski begitu, secara personal best tim Indonesia yang berkekuatan 22 atlet itu sudah bagus.

"Secara personal best sebenarnya atletnya kami meningkat, tapi kami akui ada beberapa yang meleset karena catatan waktunya kalah tipis. Seperti Felicya Angelica itu harusnya minimal dua emas tapi meleset menjadi satu emas. Kemudian Komang Adinda Nugraha, lalu Kaika Putra Boyum," kata Harlin ketika dihubungi detikSport, Senin (13/11/2017).

Harlin menyebut Vietnam memiliki pembinaan yang bagus untuk atlet-atlet usia mudanya. Mereka juga didukung dengan fasilitas yang menunjang. Itulah yang membuat progress atlet muda mereka jadi melesat.

"Indonesia juga sebenarnya cukup baik cuma kita masih perlu disosialisasikan renang di Indoensia supaya lebih banyak lagi dan minat menekuni renang," katanya.

Harlin mengatakan, pengetahuan tentang pembinaan atlet jangka panjang juga masih minim di Indonesia. Untuk itu, dia dan David Armadoni (pelatih renang nasional) sudah merencanakan untuk keliling daerah-daerah guna memberi pemahaman tentang long term development athlete.

"Karena banyak atlet kita yang sudah setengah jadi kemudian layu karena pembinaan gencar di awal atau salah pembinaan. Jadi menurut saya itu yang perlu dievaluasi untuk ke depannya," ujar dia.

Lolos Limit A

Selain meraih peringkat dua, Indonesia juga meloloskan empat wakilnya limit -A Youth Olympic Games 2018. Mereka adalah Farrel Armandio Tangka di nomor 200 meter gaya punggung dengan waktu 2 menit 04,60 detik (limit A 2 menit 05,50 detik), Azel Zelmi nomor 200 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 2 menit 05,72 detik (limit A 2 menit 05,73 detik), Adinda Larasati Dewi nomor 100 meter gaya kupu-kupu 1 menit 01,94 detik (limit A 1 menit 02,04 detik) dan Azzahra Permatahani nomor 200 meter gaya kupu-kupu 2 menit 15,26 detik (limit A 2 menit 16,34 detik).

"Jadi banyak juga hasil-hasil yang bukan medali tapi dari prestasi anak muda yang memberi harapan," kata Harlin.

"Semoga nanti kami bisa menambah lagi atlet-atet yang lolos limit A untuk mengisi kuota yang ada. Karena Indonesia sendiri mendapat kuota delapan, 4 putra dan 4 putri dengan batas akhir Juni-Juli 2018," sebut dia.

"Kami juga akan evaluasi terus menerus. Selanjutnya ada Indonesia Open pada Desember nanti. Itu menjadi ajang persiapan atlet elite juga junior untuk seleksi pelatnas SEA Games dan dan proyeksi untuk Youth Olympic Games 2018 untuk melihat mana yang potensial," katanya.




(mcy/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed