DetikSport
Selasa 14 November 2017, 13:55 WIB

Menpora Imam Lantik Mulyana Sebagai Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga

Mercy Raya - detikSport
Menpora Imam Lantik Mulyana Sebagai Deputi IV Peningkatan Prestasi Olahraga Menpora Imam Nahrawi melantik Mulayana sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora (dok. Kemenpora)
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melantik Mulyana sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Dosen Universitas Negeri Jakarta itu diyakini mampu mengerek prestasi Indonesia di Asian Games 2018.

Pelantikan Mulyana dilaksanakan di Wisma Kemenpora Senayan, Jakarta, pada Selasa (14/11/2017). Posisi itu memang lowong. Selama ini, jabatan tersebut diemban Yuni Poerwanti sebagai pelaksana tugas.

Mulyana dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 127/TPA Tahun 2017 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menpora Imam mengatakan Mulyana terpilih melalui seleksi yang ketat dengan beberapa tahapan, wawancara, tes tulis, dan rekam jejak. Tim penilaian dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

"Profesor Mulyana, dengan latar belakang tidak hanya akademisi melainkan praktisi olahraga, tentu ini harapan baru sehingga pengalamannya diimplementasikan dengan baik agar koordinasi dengan stakeholder sampai tugas beratnya untuk peningkatan prestasi menuju Asian Games bisa berjalan dengan lancar," kata Imam, usai melantik.

"Saya minta untuk segera melakukan langkah besar untuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Ekspektasi saya dengan pengalaman yang dimiliki Prof. Mulyana tidak perlu adaptasi lama," dia berharap.

Mulyana Ditunggu Tugas Berat

Mulayan antusias dengan tugas barunyaMulayan antusias dengan tugas barunya (dok. Kemenpora)

Mulyana, yang pernah menjabat sebagai ketua bidang pembinaan prestasi KONI itu, antusias dengan tugas baru tersebut. Sejak awal, dia menyadari bakal menjalani tugas yang berat.

"Saya ingin berkontribusi terhadap pembangunan olahraga nasional karena saya memiliki kompetensi dari sisi ilmu, pengalaman, dan pernah menjadi komandan pelatnas dsb," kata Mulyana.

"Dengan melihat keberadaan (olahraga) Indonesia, bukan terpuruk ya, maka saya tertarik untuk membantu. Dalam arti kata berpartisipasi, paling tidak kontribusi apa yang saya lakukan supaya indonesia itu lebih bagus," kata dosen ilmu kepelatihan olahraga di Universitas Negeri Jakarta ini, terpisah.

Mulyana yang pernah menjadi Satgas Asian Games Guangzhou 2010 ini, menyadari Asian Games di depan mata menjadi ujian pertamanya. Dia harus berpacu dengan waktu persiapan Asian Games yang menyisakan delapan bulan sebelum perhelatan multievent negara-negara se-Asia itu bergulir.

"Ini tantangan sekaligus peluang. Tantangannya ya kita harus optimistis. Lawan itu tidak diam, tapi kita juga tidak lantas ribut, harus bergerak. Caranya dengan melihat situasi di lapangan dan saya sudah punya rencana dalam rangka mewujudkan semua. Tentu ini atas persetujuan pemerintah dan Insya Allah saya yakin teman-teman akan mendukung," kata dia.

"Kalau olahraga Indonesia maju semua masyarakat akan senang. Dan mohon maaf tapi bukan saya datang lalu langsung begitu (sukses), saya bukan malaikat. Tapi ayo bersama, semoga dengan bersama hasilnya bagus," ujar Mulyana.

Sebagai langkah awal, Mulyana berencana untuk melakukan konsolidasi dengan seluruh asisten deputi peningkatan prestasi pada Rabu (15/11).

"Insya Allah dalam waktu satu dua bulan saya bisa adaptasi dengan pekerjaan. Paling tidak akhir tahun baru bisa bergerak. Kami akan bekerja pararel. Sampai saat ini Kemenpora sudah menyusun juknis. Semoga dalam pekan-pekan ini selesai dan kami akan sosialisasikan supaya lebih mudah menerapkan Perpres dalam pekerjaan itu barang kali," harap dia.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed