DetikSport
Selasa 21 November 2017, 15:33 WIB

Kemenpora Resmikan Politeknik Olahraga Indonesia di Palembang

Raja Adil Siregar - detikSport
Kemenpora Resmikan Politeknik Olahraga Indonesia di Palembang Foto: Raja Adil Siregar/detikSport
Palembang - Kementerian Pemuda dan Olahraga meresmikan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), yang diharapkan mencetak atlet dan pelatih olahraga profesional masa depan.

Menurut Deputi III Bidang Pemberdayaan dan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Sumsel terpilih jadi lokasi pusat pendidikan olahraga pertama di Indonesia karena fasilitas olahraga kawasan Jakabaring Sport City yang lengkap dan berstandar Internasional.

"Kenapa di Sumsel, itu karena seluruh fasilitas olahraga di Jakabaring sudah standar Internasional dan lengkap. Mau fasilitas apa semua sudah ada disini, jadi nantinya mahasiswa bisa belajar sekaligus praktik," kata Raden Isnanta saat konferenssi pers di Griya Agung Palembang, Selasa (21/11/2017).

Untuk tahun pertama ini, POI telah menerima 90 mahasiswa baru yang terbagi menjadi 3 program studi, yakni sport industry, perguruan tinggi, dan kepelatihan. Ketiga program studi ini dinilai memiliki potensi yang menjanjikan dalam peningkatan prestasi olahraga.

Mahasiswanya sendiri datang dari berbagai kota di Indonesia, setelah melewati proses seleksi cukup ketat, sesuai skill dan kemampuan olahraga masing-masing. Selama menempuh pendidikan, seluruh biaya akan ditanggung Kemenpora sampai 3 tahun ke depan dan selanjutnya akan dilakukan sharing pada orang tua mahasiswa.

Kemenpora Resmikan Politeknik Olahraga Indonesia di PalembangFoto: Raja Adil Siregar/detikSport

"Selama pelaksanaan Asian Games nanti, seluruh mahasiswa akan dilibatkan dan ikut ambil bagian. Mereka akan menjadikan moment berharga ini sebagai tempat belajar, jadi tidak perlu teori terus, bisa langsung praktik dengan atlet-atlet Internasional," ujar Raden Isnanta.

Sebagaimana diketahui, sport industry diprediksi punya prospek bagus di masa depan dan juga akan menjadi industry baru karena memikiki nilai edukasi, sportivitas, dan kolaborasi. Untuk itu mahasiswa POI harus mampu melakukan inovasi-inovasi olahraga untuk mencapai target kebutuhan pasar.

"Saat ini sudah bisa kita lihat bagaimana majunya sport industry yang ada, ada atlet dibayar dengan harga mahal, pelatih dibayar dengan harga tinggi. Ini menjadi bukti jika Industri dan Olahraga digabungkan akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dan pasti memiliki nilai jual tinggi," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memberikan peringatan keras kepada mahasiswa POI untuk tidak merokok dan ikut berunjuk rasa apa pun alasannya. Jika ada yang melakukan pelanggaran, akan langsung diberhentikan.

"Ini peringatan keras saya pada adik-adik mahasiswa baru, jangan sampai ada yang merokok dan ikut demo. Kalau ada yang melanggar tidak segan-segan saya minta untuk diberhentikan saja," kata Alex.

Menurut Alex, merokok jadi penghambat prestasi karena akan berdampak pada fisik mahasiswa. Padahal dengan fasilitas lengkap yang ada, mahasiswa seharusnya bisa meningkatkan prestasi olahraga.



(krs/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed