Seperti halnya venue-venue di kawasan Gelora Bung Karno yang terus digeber pembangunannya, velodrome juga termasuk salah satu venue yang disiapkan. Bahkan, venue balap sepeda ini diminta lebih cepat proses rampungnya yaitu April 2018, dari sebelumnya ditarget Juni 2018.
Jakarta International Velodrome Project Nur Arya. A mengatakan sejauh ini proses pengerjaan sudah mencapai 70,22 persen. Timnya saat ini berfokus pada penutupan fasad pada bangunan velodrome karena nantinya akan dibuat tertutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya mengatakan tak ada masalah dengan majunya target yang diberikan. Toh, sejauh ini timnya menyanggupi. Hal itu dibuktikan pengerjaan yang sesuai rencana bahkan defisit sekitar 0,22 persen.
"Justru yang jadi tantangan kami adalah menjaga kelembapan treknya jika nanti sudah terpasang," katanya.
"Makanya kami nanti menggunakan HPHC tapi bukan untuk yaitu suatu sistem pengkondisian udara tapi kami disini bukan suhunya didinginkan tapi menjaga kelembapan udaranya saja, 55 sampai 65 persen," Arya menjelaskan.
Velodrome akan dibuat berbeda dari venue balap sepeda sebelumnya. Selain lahan yang lebih luas, gor ini juga nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti ruang doping tes, medicine tes, ruang kantor pengelola, kemudian coaching room, dan retail.
Perubahan yang paling signifikan dari bentuk velodrome sebelumnya adalah kapasitas listrik yang mencapai 4.000 mega watt, termasuk GOR velodrome, Kemayoran, taman, dan stadion atletik.
Sedangkan kapasitas lampu dari velodrome itu sedniri akan mencapai 1400 lux untuk trek arena. Selain itu, velodrome yang sekarang akan dibuat indoor dengan menggunakan matrial membran, kemudian trek menggunakan kayu Siberia.
Kontraktor juga sudah menyiapkan area tribun penonton sisi timur dan sisi barat dengan kapasitas dua ribuan tempat duduk, ditambah dengan ruang VIP di bagian atas tribun dengan kapasitas 40 kursi.
"Jika April sudah jadi, para atlet tanah air bisa langsung beruji coba di gelanggang balap sepeda ini," katanya.
"Sejauh ini kami juga terus melakukan koordinasi dengan Union Cycliste Internationale (UCI) supaya tidak salah penerapan. Rencananya setelah pemasangan trek mereka akan datang untuk meninjau langsung," dia mengungkapkan. (mcy/rin)











































