DetikSport
Selasa 05 Desember 2017, 12:32 WIB

Indonesia Raih Perunggu Kedua di Kejuaraan Dunia Boling

Mercy Raya - detikSport
Indonesia Raih Perunggu Kedua di Kejuaraan Dunia Boling Foto: istimewa
Las Vegas - Indonesia menambah satu medali perunggu dari Kejuaraan Dunia boling di Las Vegas Amerika Serikat. Medali itu disumbangkan oleh Sharon Limansanto dari nomor master putri.

Sharon gagal melaju ke final usai dikalahkan peboling Malaysia, Sin Li Jan, di babak semifinal. Sempat tertinggal di game pertama 169-216, Sharon berbalik unggul 218-178 pada game kedua. Namun, hasil itu tak bisa dipertahankan setelah game ketiga Sin Li Jan mendapat skor tinggi. Sharon dikalahkan Li Jan dengan skor akhir 163-223.

Bagi Sharon, medali perunggu ini merupakan yang kedua setelah sehari sebelumnya Sharon bersama Tanya Roumimper dan Putty Insavilla Armein meraih yang sama di nomor team trio putri.

"Dengan medali di kejuaraan dunia ini pasti akan membuat saya dan teman teman lebih percaya diri lagi menghadapi Asian Games tahun depan," kata Sharon dalam rilis yang diterima detikSport, Selasa (5/12/2017).

Dengan dikalahkan Malaysia, boling Indonesia memiliki tugas berat menuju Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sebab, boling menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan menyumbangkan medali emas.

Emas pernah disumbangkan boling untuk Indonesia pada Asian Games Doha 2006. Saat itu, Indonesia meraih satu emas dan satu perak melalui Ryan Lalisang dan Putty Insavilla Armein.

Sharon menyadari tugas berat tersebut. Dia akan menggenjot persiapan ekstra untuk memenuhi target itu.

"Saya sangat optimistis bahwa kami bisa meraih yang terbaik di Asian Games 2018," Sharon mengungkapkan.

Terpisah, pelatih boling nasional, Thomas Tan, mengapresiasi kerja keras timnya. Hasil yang diraih atletnya di Kejuaraan Dunia, khususnya nomor trios putri merupakan hasil terbaik selama Indonesia mengikuti event dunia.

"Belum pernah kami mendapatkan medali di ajang world bowling championship. Tentu ini sebagai batu loncatan menuju Asian Games dan membuka kesempatan untuk terjadi lagi di multievent negara-negara Asia tahun depan," Thomas menuturkan.

Namun dia juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah yang lebih maksimal untuk mewujudkan sukses tersebut.

"Kendala yang kami hadapi masih sama yaitu belum didukung full time support dari sport psikolog. Kami mengharapkan Februari ini paling telat sudah ada team psikolog melekat di tim boling kami," Thomas.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed