DetikSport
Kamis 07 Desember 2017, 01:06 WIB

Stadion Akuatik GBK Masih Butuh Penyempurnaan

Mercy Raya - detikSport
Stadion Akuatik GBK Masih Butuh Penyempurnaan Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Para atlet pelatnas loncat indah akhirnya bisa menjajal venue yang akan menjadi lokasi pertandingan Asian Games 2018. Namun, mereka meminta ada penyempurnaan, khususnya di bagian lantai menara.

Hal itu disampaikan atlet nomor menara 10 meter sinkro, Adityo Restu, usai meraih medali emas bersama Andriyan dalam test event cabang akuatik bertajuk Indonesia Open Aquatic Championship 2017, yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Adityo menyebut lantai menara tempat dia melompat sangat licin. "Licin banget. Saya tidak tahu bahannya apa, tapi harusnya ada lapisannya lagi supaya lebih kesat," kata dia.

Kondisi ini juga sudah diketahui oleh pelatih nasional loncat indah, Harli Ramayani. Harli mengatakan, sebenarnya venue akuatik ini sudah hampir sempurna tapi perlu diperhatikan lagi masalah detail kelengkapannya.

"Jika ditanya sudah sesuai ekspektasi sebenarnya sudah. Tetapi memang detailnya harus dilengkapi lagi. Tidak hanya soal lantainya, melainkan kelengkapan dry line-nya juga harus dipenuhi, seperti busa-busanya kan belum lengkap," kata Harli terpisah.

Harli juga mengharapkan kemudahan terkait izin bagi atlet-atlet pelatnas Asian Games untuk bisa menggunakan kolam renang setiap hari, pagi dan sore. "Sejauh ini Bapak Gatot Tetuko (Direktur Pengembangan dan Bisnis GBK) mengatakan setelah test event selesai kami bebas menggunakan untuk latihan," ujarnya.

Jika hal itu terealisasi, Harli yakin timnya yang berkomposisi 7 atlet bisa maksimal dalam mempersiapkan diri menuju Asian Games tahun depan. "Jadi programnya Januari sampai Juni kami maksimalkan di sini, Juli kami ke China untuk training camp sebelum akhirnya turun di multievent," ucapnya.

Raih Emas Pertama di Hari Kedua Test Event

Meski kondisi Stadion Akuatik belum rampung benar, Indonesia cukup sukses dalam hal prestasi. Duet Andriyan dan Adityo Restu mempersembahkan emas pertama untuk Indonesia di nomor menara 10 meter sinkro ganda putra pada hari kedua penyelenggaraan test event akuatik.

Keduanya sukses mengungguli wakil Malaysia setelah mengoleksi total 336,49 poin. Sementara Surya dan Jabillin, yang mewakili Malaysia, harus puas meraih perak dengan selisih nilai 5,68 poin dari Indonesia.

"Kami bersyukur dapat emas, namun kami harus terus berlatih, supaya di Asian Games 2018 bisa meraih hasil yang terbaik untuk Indonesia," kata Andriyan.

Sementara pada nomor papan 1 Meter Putri, atlet Malaysia Jasmine Lai tampil mengesankan dan mengunci gelar juara setelah mengoleksi 247,20 poin. Posisi dua ditempati wakil Indonesia, Della Dinarsari, dengan 210,80 poin. Sementara Khunboonjan Kwanchanok dari Thailand harus puas dengan perunggu dengan 120,25 poin.



(mcy/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed