Asian Games akan dimulai delapan bulan lagi. Emilia diburu waktu dengan persiapan yang mendesak. Dia berharap bisa segera melakukan uji coba mengingat dia akan turun di dua nomor, yaitu sapta lomba dan lari gawang 100 meter putri.
Sejauh ini, atlet asal DKI Jakarta itu sudah menetapkan Italia sebagai lokasi uji coba untuk Sapta Lomba. Sementara untuk nomor lari gawang, dia memilih Korea dan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PB PASI sendiri sempat berwacana untuk mengirim beberapa atlet ke Amerika Serikat dan latihan bersama Harry Marra, konsultan yang ditunjuk PB PASI, dalam satu tahun terakhir.
"Semoga saja karena saya butuh sparring latihan. Selama ini kan saya latihan seperti sendiri. Paling banyak latihan dengan pelari putra untuk mengimbangi fisik juga. Sementara jika di Amerika saya bisa belajar dengan orang luar, cara mengatur pola makan seperti apa, itu penting sekali buat saya. Lalu cara latihannya seperti apa karena pasti beda," kata peraih tiga medali emas PON 2016 ini menjelaskan.
Masih menurut Emil, panggilan karib Emilia Nova, sebenarnya konsep latihan di Indonesia tidak terlalu berbeda dengan negara luar. Tetapi yang membedakan adalah pola makan dan recovery-nya. "Kalau di sana itu latihannya lebih profesional. Saat latihan medisnya sudah standby jadi jika terjadi apa-apa bisa langsung dikompres, massage, atau apa," katanya.
Atletik akan menggelar test event Asian Games pada Februari 2018. Perlombaan akan digelar bersamaan dengan delapan cabor lainnya. Emilia mengatakan, di ajang tersebut pelatihnya tidak memasang target untuknya.
"Tidak ada target apa-apa. Target utama saya tetap di Asian Games. Kalau menurut Harry Marra jika kejuaraaan yang tidak ditargetkan ingat teknik saja, tidak perlu pikirkan waktunya bagus atau medali. Jika sudah bisa menguasai teknik pasti hasilnya mengikuti, akan bagus," kata Emilia.
(mcy/mfi)











































