detiksport
Follow detikSport
Selasa, 12 Des 2017 02:39 WIB

Tantangan-Tantangan INASGOC Menuju Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Asian Games 2018 tinggal delapan bulan lagi. Tantangan demi tantangan sudah dilalui INASGOC demi menggelar ajang tersebut dengan sukses.

Menuju Asian Games 2018 pada Agustus mendatang, Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) menggelar diskusi Laporan Akhir Tahun, bertajuk Expose Publik bersama media di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Penyelenggaraan dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari sejumlah media, pengurus cabang olahraga, dan INASGOC. Dalam acara tersebut, Ketua INASGOC Erick Thohir menceritakan sejumlah tantangan yang dihadapi sejak Indonesia diputuskan jadi tuan rumah Asian Games.

Indonesia sebenarnya sekadar jadi pengganti untuk Asian Games tahun ini. Vietnam yang sedianya jadi tuan rumah, mengundurkan diri karena persoalan ekonomi.

"Jadi sejak kita dapat pengalihan itu sebenarnya sudah hilang waktu persiapan satu tahun. Kemudian penyelenggaraan yang harusnya diselenggarakan 2019, tapi kita majukan karena ada pemilihan Presiden. Jadi bisa dibilang, kami bisa bekerja pada 2015 lalu," kata Erick, membuka sambutannya.

Tantangan lainnya adalah terkait anggaran. Erick menyebut dari total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 5,6 triliun, pemerintah hanya menyetujui sekitar Rp 4,5 triliun.

Kondisi semakin sulit lantaran pemerintah menetapkan aturan soal pajak. Padahal di Host City Contract (HCC) tak ada kesepakatan seperti itu.

"Tetapi jika tidak membayar pajak enggak bisa tanda tangan kontrak. Jadi mau tidak mau sponsor pun semuanya kena. Makanya dari total RP 4,5 triliun yang diberikan pemerintah, sekitar Rp 300-Rp 400 miliar untuk bayar pajak," Erick membeberkan.

Maka tak heran kalau banyak anggaran yang dipoton. Sebagai contoh, Istora Senayan yang tadinya hanya untuk menggelar bulutangkis kini untuk penyelenggaran bola basket juga demi menghemat.

"Jadi Hall A Basket yang tadinya untuk menggelar basket kami coret dan dipindahkan ke Istora Senayan, pokoknya bagaimana setelah selesai basket itu bulu tangkis. Kemudian juga penyiaran bagaimana tadi yang semula rencana siaran langsung jadi ada yang tidak disiarkan langsung pertandingannya dan ada yang rekaman itu semua demi penghematan," lanjut bos Mahaka Group ini.

Sehubungan dengan itu pula, Erick juga harus berupaya mencari sponsor untuk menutupi kekurangan anggaran. Sejauh ini, total sponsor yang bersedia berpartisipasi mensukseskan Asian Games adalah Rp 1,1 triliun.

Rinciannya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersedia memberikan total Rp 350 miliar dalam bentuk tunai, sedangkan Rp 150 miliar berbentuk service dan barang. Sementara dari swasta, Erick mengatakan sejauh ini sudah ada total dana tunai sebesar 65 juta dollar AS dan 15,4 juta berbentuk service dan barang.

"Semoga semua bisa tercapai asalkan tidak membengkak terus. Misalnya, anggaran sewa venue bengkak, security dan lainnya," sebut Erick yang juag Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed