Menpora Imam Nahrawi telah memberikan paparan petunjuk teknis memperinci Peraturan Presiden No 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional pada Jumat (8/12/2017). Lewat pemaparan itu diharapkan pengurus federasi memahami tata cara menyusun program menuju sukses prestasi Asian Games.
Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan petunjuk teknis telah diberikan kepada cabor pada pekan lalu. Dia pun menunggu respons pengurus federasi berupa proposal sampai Jumat (15/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gatot, proposal harus lengkap, termasuk perencanaan program latihan (periodisasi latihan, jadwal uji coba, dan training camp, jumlah atlet, pelatih, dan manajer), pelaksanaan latihan (struktur organisasi, tim pendukung, pelaksanaan program) pembiayaan dan pengawasan (promosi dan degradasi dan hasil yang dicapai).
Gatot optimistis dengan waktu sepekan yang diberikan pemerintah kepada cabor sudah sangat cukup.
"Yang namanya membuat proposal bukan sekali dua kali. Itu makanan sehari-hari cabor. Jadi tak akan ada masalah. Intinya kami sudah memberikan guidence sehingga tidak akan lari kemana-mana," kata Gatot.
Kemenpora, lanjut Gatot, dalam proposal itu juga sekaligus untuk memberi gambaran pembuatan Surat Keputusan (SK) atlet pelatnas Asian Games pada 2018.
"Saya dengar dari Deputi IV bahwa mereka sedang menyusun SK-nya. Karena nanti yang akan menandatangani SK adalah Bapak Menteri," Gatot menjelaskan.
(mcy/fem)











































