detiksport
Follow detikSport
Rabu, 13 Des 2017 07:34 WIB

Komentar Siman Usai Jajal Kolam Renang Akuatik GBK yang Baru

Mercy Raya - detikSport
Perenang Indonesia, Siman Sudartawa (Foto: dok. Humas PRSI) Perenang Indonesia, Siman Sudartawa (Foto: dok. Humas PRSI)
Jakarta - I Gede Siman Sudartawa mengaku senang usai menjajal kolam renang di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno yang baru. Namun, dia juga menyelipkan sejumlah catatan.

Stadion Akuatik secara resmi bisa digunakan pada test event road to Asian Games 2018 bertajuk CIMB Niaga Indonesia Aquatic Championship 2017, yang berlangsung 5-15 Desember 2017.


Siman cs turut ambil bagian pada event tersebut. Selain untuk menjajal kolam baru, event ini juga sebagai seleksi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) untuk menyeleksi atlet- atletnya.

Selama event berlangsung, Siman sudah dua kali bertanding di kolam yang sama dan meraih medali emas. Emas pertama dipersembahkan pada hari pertama penyelenggaraan perlombaan renang pada Minggu (10/12) lalu. Siman yang turun di nomor 100 meter gaya punggung sukses mempersembahkan medali emas untuk klubnya Millennium Jakarta dengan catatan waktu 56,19 detik.

Kesuksesan yang sama juga diraihnya padaa nomor 50 meter gaya punggung. Peraih medali emas SEA Games 2017 Malaysia ini meraih emas dengan catatan waktu 25,52 detik, mengalahkan rekan-rekannya di pelatnas Ricky Angga Wijaya dan Triady fauzi Siddiq yang masing-masing menempati posisi dua dan tiga.

Siman senang di kolam yang baru digunakan dirinya meraih hasil yang memuaskan. Baginya ini menjadi sinyal positif untuk hasil yang lebih baik pada pertandingan sesungguhnya yaitu Asian Games, yang berlangsung pada 18 Agustus -2 September 2018.

Meski puas dengan kolam renang yang digunakannya bertanding, Siman juga menyarankan beberapa hal untuk perbaikan penyelenggara pada Asian Games mendatang.

"Sebenarnya sudah bagus banget kolamnya. Cuma ada beberapa hal-hal detail yang kurang. Salah satunya, adalah seharusnya ada bendera pada jarak 15 meter yang dipasang di kolam karena pada Kejuraan Dunia dan Olimpiade itu dipasang. Kenapa di sini (Indonesia) dicopot?" kata Siman, usai tanding.


"Tapi overall bagus banget termasuk airnya. Paling bagus di Indonesia. Sebenarnya kalau kolamnya itu ada face pool, jadi dalam semua full 50 meter. Kalau yang dulu dangkal, dalam, dangkal lagi. Tapi yang sekarang tidak dalam semua," ujarnya.

Sedangkan untuk minimnya penonton yang hadir pada test event, Siman mengatakan, menjadi tugas dari pemerintah dan PRSI untuk meningkatkan promosi dan sosialisasinya. "Karena kehadiran penonton itu cukup mempengaruhi mental orang lain. Semakin kami didukung, lombanya juga oke, orang lain (pesaing) bisa drop," ujar peraih medali SEA Games 2017 Malaysia.


(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed