Bertanding di Stadion Akuatik Senayan, Jumat (15/12/2017), tim DKI sudah tampil menekan sejak awal. Tim yang mayoritas diisi oleh enam pemain timnas ini tampil apik dan sukses memenangi duel.
Atas torehan ini DKI berhasil meraih medali emas, sementara posisi dua adalah Jawa Barat dan posisi tiga diraih Jambi, yang menang melawan Sumatera Selatan dengan skor 17-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Jabar sendiri sebenarnya mereka punya endurance dan keahlian renang yang bagus makanya kami bersyukur bisa menang lima bola," ungkap dia kemudian.
Sementara itu, pelatih Jawa Barat, Jaka Mumara, mengakui jika timnya kurang persiapan. Kondisinya makin buruk karena mereka masih kelelahan karena baru pulang dari Thailand.
"Sebenarnya dari awal tim kami main di Indonesia Open ini memang cukup kelelahan. Sebelum turun kami sempat tanding di Thailand dan peaknya di sana. Lalu sepekan setelah itu kami latihan di Bandung kemudian ke Jakarta. Jadi ini di luar ekspetasi sekali tapi apa ada," kata Jaka.
"Selain itu secara jam terbang juga kurang karena DKI itu rata-rata diisi pemain timnas. Sementara Jabar di antaranya M Firdaus dan Zainal Arifin," ujar dia lagi.
"Ini hampir sama dengan PON 2017. Semoga ke depan kami bisa balas," tambahnya.
Sementara itu di sektor polo air putri, Jawa Barat menjadi juara sedangkan posisi dua diraih DKI Jakarta. (mcy/din)










































