Soal Olahraga Prestasi
Menpora Tak Intervensi PB Olahraga
Rabu, 08 Jun 2005 19:03 WIB
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengatakan pihaknya tidak akan mengintervensi Pengurus Besar (PB) olahraga dalam penanganan olahraga prestasi. Menpora baru bisa masuk atau bisa menangani masalah PB jika sistemnya telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (Rakornas Kemenpora) pada 24-26 Juni mendatang di Jakarta.Demikian disampaikan Menpora Adhyaksa saat menerima rombongan KONI Pusat yang dipimpin ketua umum-nya, Agum Gumelar, di kantor Kemenpora Graha Pemuda, Senayan, Rabu (8/6/2005). "Menpora membicarakan sistem, tapi KONI bicara soal (mengkoordinasi) olahraga prestasi," ujarnya.Adhyaksa menambahkan bahwa selama ini pihaknya kerap menerima atlet-atlet atau PB-PB olahraga yang berkeluh kesah. Namun dia mengatakan dirinya tidak berwenang untuk mengambil tindakan karena pembinaan olahraga prestasi adalah wewenang PB. "Banyak yang menghadap kepada saya seperti hoki atau atlet yang mengeluh kenapa tak masuk Pelatnas SEA Games (Indonesia Bangkit) tapi itu 'kan bukan wewenang saya. Saya bisa masuk jika sistem sudah terbentuk. Oleh karena itu sistem akan dibahas di Rakornas," tukasnya. Meski tak bisa mengambil tindakan apapun, Kemenpora siap mendukung apabila ada masalah dalam pembinaan olahraga prestasi, seperti yang disampaikan oleh KONI yaitu masalah dana dan peralatan. "Saya siap membantu dan saat bertemu dengan Komisi X (DPR) pada Senin (6/6) lalu mereka menyambut baik anggaran Rp 300 miliar untuk olahraga, bahkan Komisi X mengatakan dananya harusnya ditambah hingga Rp 1 trilyun," ujar Adhyaksa. Masalah yang dilaporkan KONI terkait dana SEA Games Manila yang belum cair. Padahal dana itu sudah lama dijanjikan pemerintah dan sekarang kebutuhannya sudah sangat mendesak. Adhyaksa sendiri menjanjikan pihaknya akan membantu agar dana tersebut cepat cair, termasuk mencari kekurangan dana jika terjadi. "APBN sebesar Rp 78 miliar (untuk SEA Games) akan saya bantu untuk segera dicairkan. Saya masih berterima kasih sekali kalau KONI telah menalangi untuk persiapan SEA Games, padahal APBN-nya belum keluar," tukasnya. "Dana sebesar Rp 78 miliar itu sebetulnya masih kurang Rp 11 miliar. Oleh karenanya saya akan bekerjasama dengan KONI untuk mencari kekurangan dana itu," tandasnya. (mel/)











































