detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 21 Des 2017 17:05 WIB

Pemanasan Asian Games, INASGOC Libatkan 30 Negara di 9 Cabor Test Event

Mercy Raya - detikSport
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (Rengga Sancaya/detikSport) Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) akan menggelar test event road to Asian Games pada Februari. Nantinya, ada sembilan cabang olahraga yang dihelat dengan partisipasi dari 30 negara berbeda.

INASGOC mengubah rencana test event Asian Games 2018. Jika sebelumnya disusun skenario menggelar test event untuk sepuluh cabang olahraga maka kini dijadwalkan menggeber miniatur Asian Games dengan sembilan cabang olahraga pada waktu yang bersamaan. Sembilan cabang olahraga itu adalah panahan, atletik, basket 5 on 5, tinju, pencak silat, taekwondo, bola voli, angkat besi, serta sepakbola.

Test event Asian Games 2018 dimulai 10-18 Februari dan semua terpusat di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Selain itu, disiapkan stadion-stadion yang bakal digunakan sebagai venue Asian Games yang sesungguhnya. Selain itu, INASGOC bakal menjajal kampung atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat sekaligus.

"Ya kami akan menyiapkan dan menyelenggarakan test event ini seperti saat game time. Semuanya akan dipusatkan di kawasan Gelora Bung Karno, kecuali sepakbola. Sementara ini, yang ditunjuk Stadion Patriot dan Stadion Wibawa Mukti," kata Sekretaris Jenderal INASGOC Eris Herryanto kepada detikSport, Kamis (21/12/2017).

Eris menjelaskan ada 30 negara yang diundang untuk multievent mini tersebut. Di antaranya negara-negara Asia Tenggara.

INASGOC memprediksi, test event pada periode tersebut diikuti sekitar 2.487 orang, yang terdiri dari 487 ofisial dan 1.991 atlet.

"Mereka semua akan diinapkan di atlet village Tower 2, Kemayoran," kata Eris.

Uji coba juga akan diberlakukan bagi sukarelawan. INASGOC menyiapkan sekitar 1.540 volunteer yang akan bertugas pada test event tersebut. Sukarelawan yang bertugas tidak akan ditanggung penginapannya.

"Sementara ini mereka (volunteer) pulang pergi. Jika ada yang membutuhkan penginapan nanti kami putuskan lagi seperti apa," Eris menjelaskan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed