"Banyuwangi bisa menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana cara berinovasi dan mengelola olahraga," kata Nahrawi saat ditemui wartawan di bandara sebelum meninggalkan Banyuwangi, Selasa (2/1/2018).
Menpora menyebut bahwa dengan anggaran daerahnya saja Banyuwangi sudah sanggup menggelar kejuaraan berskala internasional, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI). Bahkan ITdBI rutin digelar hingga tahun keenam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain inovasi, menurut Imam, Banyuwangi juga memiliki kemauan yang kuat untuk mengembangkan olahraga. "Banyuwangi memiliki Inovasi dan kemauan kuat. Ini yang patut dicontoh oleh daerah lainnya," kata menteri asal Madura itu.
Banyuwangi telah berkali-kali menggelar kejuaraan olah raga. Mulai dari balap sepeda Tour de Ijen yang diikuti oleh pembalap dari berbagai negara selama enam tahun berturut-turut, Banyuwangi International BMX, kejuaran Kite Surf dan Wind Surf di Pulau tabuhan, Banywuangi International Ijen Green Run, hingga kejuaraan surfing.
Selain itu, Imam juga memuji masyarakat Banyuwangi yang aktif berperan mendukung pengembangan olahraga lokal. Hal itu menjadi faktor lain yang turut berperan serta dalam perkembangan sport tourism di sana.
Sehubungan dengan itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan sport tourism. Menurut Anas, sport tourisme sangat cocok dikembangkan di Banyuwangi karena potensi alamnya sangat mendukung.
"Alhamdulillah apa yang dilakukan oleh daerah mendapat dukungan dari kementrian. Salah satunya Kemenpora yang terus mendorong pengembangan olehraga di daerah kami," ujar Anas.
(krs/fem)










































