DetikSport
Jumat 05 Januari 2018, 20:00 WIB

5 PB di Forum Cabor Pertanyakan Pemangkasan Anggaran Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
5 PB di Forum Cabor  Pertanyakan Pemangkasan Anggaran Asian Games 2018 Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Perwakilan cabang olahraga yang tergabung dalam Forum Cabang Olahraga Asian Games mempertanyakan alasan pemangkasan anggaran pembinaan Asian Games. Mereka keberatan.

Komisi X DPR RI menyetujui anggaran Kemenpora pada 2018 untuk peningkatan prestasi olahraga nasional sebesar Rp 735,06 miliar. Pelatnas 40 cabang olahraga ke Asian Games 2018 dialokasikan Rp 600,06 miliar, Rp 135 miliar untuk pelatnas National Paralympic Committee (NPC) menghadapi Asian Para Games (APG) 2018 sebesar Rp 135 miliar.

Nominal yang diterima per cabor berbeda-beda. Sampai saat ini 32 cabor belum menyepakati Momerandum of Understanding (Mou). Delapan cabor yang sudah setujuh di antaranya bulutangkis, balap sepeda dan sepatu roda serta bola basket.

Sebanyak lima cabor, federasi jetski, menembak, senam, sambo, dan tinju, menolak untuk teken MoU protes kepada pemerintah. Aksi yang diklaim sebagai perwakilan cabang olahraga lain itu dilakukan di Hotel Century Senayan, Jumat (5/1/2017). federasi jetski, menembak, senam, sambo, dan tinju.

"Yang paling utama bagi kami adalah peninjauan kembali dari tim verifikasi karena kami melihat anggaran tak masuk akal," kata Sekjen Pengurus Pusat Indonesia Jetsport Boating Association, Rinaldi Duyo, dalam jumpa pers.

"Kami tak ingin melawan pemerintah tapi apakah yang dilaksanakan tim 11 (tim verifikasi proposal Asian Games) sudah pas? Buka dong untuk kami, coba buka, sampai tidak Rp 600 miliar. Lalu bagaimana metode yang dilaksanakan apakah benar-benar dengan memperhitungkan untuk dapat emas. Kalau kami dari jetski yang ingin menjanjikan dua emas tapi dengan anggaran sedemikian, ya kami tidak bisa menjanjikan," Rinaldi mengungkapkan.

Sebagai gambaran, jetski menuju Asian Games mengajukan anggaran Rp 25,7 miliar kepada Kemenpora. Namun yang disetujui hanya sekitar Rp 5,6 miliar. Itu sudah termasuk rincian akomodasi, honor, suplemen, serta try out, try in, dan training camp dengan total tiga orang atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games.

"Yang mengganjal proses verifikasi. Jika ada proses pembahasan proposal tidak apa-apa. Ini tidak ada. Saat kami menyerahkan proposal langsung dari mereka diketok 'you dapat sekian, kita bisa bicara apa. Bukannya kami ingin bermanja-manja dan cengeng, tetapi kami berkomitmen capai emas. Kenapa kami berkomitmen sama wapres tapi nasib ditentukan dengan tim verifikasi yang di dalamnya dianggap tidak paham cabor," ujar dia.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani), Dian Arifin, menyebut mengajukan dana senilai Rp 29,4 miliar untuk pelatnas. Namun, hanya disetujui Rp 7,024 miliar. Jumlah itu untuk mengakomodir empat nomor artistik putra dan putri, ritmik putra dan putri, serta trampolin.

"Senam memang tidak ditargetkan, tapi dari cabor kan punya target sendiri. Buktinya, saat di SEA Games kami bisa mendapat emas. Di Asian Games pun kami menargetkan bisa sumbang medali, bahkan kami juga yakin ada peluang di nomor meja lompat putra. Itu berdasarkan pada kejuaraan Kejuaraan XXIX International Tournament Vorinin Cup 2017 di Moskow, Rusia, pada 17-23 Desember kemarin. Jika tidak jatuh peluang dapat emas pasti ada," ujar Dian.

"Ya kami cuma berharap kami tidak menuntut terlalu tinggi tapi ya disesuaikan. Toh duitnya masih ada yang sisa (dari sisa Rp 600,06 miliar hanya Rp 427,5 miliar dari yang ditetapkan tim verifikasi Kemenpora kepada 40 cabor). ya, transparan saja," kata Dian yang bekas pesenam nasional itu.

"Karena uang yang kami dapat untuk uji coba saja tidak cukup. Padahal kami rencana ke Kejuaraan Dunia di Qatar pada Maret mendatang. Sementara kami ada 18 atlet dari empat nomor yang kami bina untuk Asian Games," dia membeberkan.
(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed