detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 06 Jan 2018 14:39 WIB

Persoalan Anggaran Cabor Ditargetkan Tuntas Akhir Bulan Ini

Mercy Raya - detikSport
Ilustrasi pelatnas Asian Games 2018 (Foto: Hasan Alhabshy/detikcom) Ilustrasi pelatnas Asian Games 2018 (Foto: Hasan Alhabshy/detikcom)
Jakarta - Polemik anggaran cabang olahraga Asian Games diharapkan tidak berlarut. Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan anggaran sudah diterima cabor paling lambat akhir Januari.

Sejumlah cabang olahraga yang menyatakan diri Forum Cabang Olahraga menyatakan keberatannya atas anggaran yang mereka terima dari pemerintah. Mereka menilai nominal dalam proposal dipotong terlalu besar.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, menjelaskan bahwa pembagian anggaran ke 40 cabang Asian Games sudah sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

Dari jumlah anggaran Kemenpora pada 2018 untuk peningkatan prestasi olahraga sebesar Rp 735.06 miliar. Pembagiannya sudah menyesuaikan peruntukannya. Sebanyak 70 persen untuk cabor dan National Paralympic Committee, sedangkan 30 persen sisanya untuk dana operasional lainnya (pelatih asing, sewa lapangan latihan, dana operasional kontingen, lalu dana operasional CdM).

"Nah, untuk Asian Games ini indikator yang utama (pemberian anggaran) adalah medali. Medali ukurannya adalah number of event. Asian Games mempertandingkan 462 nomor event, sementara kita berbicara hanya sekitar 12 persen atau sekitar 57-an nomor. Dasar itulah yang sebetulnya menjadi pertimbangan," kata Mulyana kepada detikSport, Sabtu (6/1/2017).

"Dari jumlah itu pula yang kemudian paling diprioritaskan, sedangkan nomor yang tidak memiliki peluang tetap diberi, tapi porsinya kecil. Misalnya try out, itu beda dengan yang paling prioritas," ujarnya kemudian.



Sementara untuk akomodasi semua cabor mendapat hak sama dengan rincian Rp 500 ribu dikalikan 30 hari. Berbeda dengan honorarium pembagian tergantung dari atletnya, dari mulai paling tinggi Rp 15 juta hingga Rp 7,5 juta.

Perlakuan berbeda juga diterapkan pada pemberian anggaran suplemen. Menurut Mulyana, dari seluruh proposal yang cabor-cabor ajukan kepada Kemenpora, hampir seluruhnya tidak memasukkan dana suplemen. Maka itu, Kemenpora berinisiatif menjatahkan nominal Rp 500 juta kepada masing-masing cabor.

"Sementara kami berikan itu (nominal) dulu karena jika tidak diberi salah. Padahal tidak ada satupun cabor yang memberikan usulan suplemen," kata Dosen Universitas Negeri Jakarta ini.

"Ke depan tentu akan ada tambahan tergantung dari spesifikasi cabor. Hanya penambahan ini sedang kami hitung ulang. Selain itu, kami juga akan melihat mana number event yang sangat memberi peluang besar medali," ujarnya menambahkan.

Mulyana berharap induk-induk cabang olahraga bisa memaklumi kondisi dan tidak membuatnya menjadi berlarut-larut. Sebab, persoalan ini akan berdampak pada proses pemusatan latihan nasional cabor.

"Saya hargai keinginan teman-teman untuk mendapat lebih anggaran tetapi saat ini adalah konsekuensi bahwa kami tidak bisa berbuat banyak karena sudah ditetapkan seperti itu. Tapi jika ada tambahan kami akan perhatikan yang prioritas," kata Mulyana.

"Kami juga berharap paling lambat Januari ini sudah tuntas semua tidak ada masalah lagi. Untuk itu, kami (Kemenpora) mohon kerjasamanya kepada semua cabor. karena kami tidak hanya memiikirkan satu dua cabor tapi semua cabor," dia mengharapkan.




(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed