DetikSport
Selasa 16 Januari 2018, 02:30 WIB

Pramusim yang Sibuk untuk Sean dan Prema

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Pramusim yang Sibuk untuk Sean dan Prema Sean Gelael dan bos tim Prema Racing untuk F2 2018 (Resha Pratama/detikSport)
Jakarta - Sean Gelael akan menjalani musim debutnya bersama Prema Racing tahun ini. Persiapan pun akan dilakukan Sean selama dua bulan ke depan.

Sean takkan lagi memperkuat Arden musim depan setelah menyetujui kontrak bersama tim asal Italia, Prema. Beban besar akan berada di pundak Sean mengingat Prema bukan tim sembarangan.

Tim yang dibentuk sejak 1983 ini dimiliki oleh Angelo Rosin yang juga bertindak sebagai prinsipal tim. Banyak pebalap didikan akademi Ferrari yang dititipkan di sini.

Di ajang balap F2, setingkat di bawah F1, Prema adalah tim top dalam dua musim terakhir. Buktinya mereka berhasil menempatkan pebalapnya sebagai juara, yakni Pierre Gasly di 2016 dan Charles Leclerc di 2017. Bahkan di musim 2016, mereka juga berhasil jadi juara di konstruktor sebelum runner-up musim lalu.

Kini Prema bakal menatap musim 2018 dengan formasi baru, yakni mengandalkan Nyck de Vries dan Sean Gelael. Khusus Sean mengingat ini bakal jadi pengalaman baru untuknya memperkuat tim papan atas di F2.

Beban besar tentunya akan mengiringi Sean terkait kekuatan Prema sejauh ini. Kini Sean pun ditantang untuk bisa membuktkan kualitasnya dalam mengemudikan mobil milik Prema.

Oleh karenanya persiapan pun sudah dilakukan jauh-jauh hari ketika Sean kerap mengunjungi markas tim di Grisignano di Zocco, Italia dan akan mengikuti tes pramusim sedari Maret yakni tanggal 6 sampai 8 di Paul Ricard, Prancis serta 21-23 Maret di Bahrain.

"Ada banyak pekerjaan yang dilakukan, tapi kami sangat termotivasi. Targetnya adalah meraih hasil bagus bersama sama," ujar Rosin kepada wartawan di Jl. Palatehan, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018) malam WIB.

"Di Abu Dhabi (tes akhir musim) saudah ada feelingnya. Membuat kami lebih kuat. Negara Anda akan sangat bangga dengan sean. Dia pebalap yang penuh motivasi, jadi saya yakin kami bisa mencapai kesuksean bersama," sambungnya.

"Kerja sama tu kuncinya untuk meraih kesuksesan. Saya pikir dia bisa bekerja sama dengan (Nick de) Vries. Itu alasan kami menggaetnya. Ini tantangan buat semua tim dengan mobil dan regulasi yang baru."

"Tugas kami sekarang adalah mengenal setiap bagian dari mobil yang baru. Kami akan menganilisi mobil baru ini. Ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan. Pada pertengahan Februari, pebalap akan menjalani simulator dengan mobil yang baru," tuntasnya.




(mrp/cas)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed