Imam hadir di pemusatan latihan squash di Siliwangi Squash Center, Bandung, pada Selasa (16/1/2018). Squash menjadi pelatnas keempat yang Imam kunjungi dalam rangka persiapan Asian Games 2018.
Dalam kunjungannya itu, Imam mengatakan bahwa pemerintah melalui Kemenpora ingin memastikan persiapan atlet menjelang Asian Games.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa jadi hari ini peringkat kita paling bawah dari Malaysia dan Singapura, tapi jadikan hal itu sebagai motivasi dengan kualitas. Apalagi kita menjadi tuan rumah Asian Games. Meski kita dipandang sebelah mata, kita harus memberikan yang terbaik. Apa yang menjadi kelemahan kita, baik itu fisik, gizi, atau VO2 Max, dalam waktu 7 bulan ini harus disiapkan," ujarnya menambahkan.
"Kami, pemerintah, akan melihat apa yang bisa kami dorong atau dukung. Untuk doa itu sudah pasti tapi siapa tahu ada hal lain yang harus didukung," tanya dia.
Foto: Mercy Raya/detikSport |
Pernyataan dan pertanyaan Imam menjadi kesempatan untuk atlet-atlet squash menyampaikan keluh kesahnya. Salah satunya Yaisha yang mengeluhkan bonusnya yang belum cair. Padahal rekan-rekannya dari sudah menerima semuanya.
"Iya, Pak. Bonus SEA Games saya belum cair," kata Yaisha.
"Harusnya Oktober lalu sudah diterima, tapi ternyata data saya belum masuk padahal untuk administrasi sudah saya lengkapi," ujar peraih perunggu SEA Games 2017 nomor beregu ini.
Yaisha bahkan sudah melengkapi administrasi terkait prosedur pencairan bonus seperti nomor rekening dan NPWP. Namun, hingga kini bonus belum dia terima.
"Saya pribadi mewajarkan mungkin urusan Kemenpora banyak cuma ketelitian saja yang harus dibenahi. Supaya kasus seperti saya tidak terulang pada atlet lain. Apalagi ini akan ada Asian Games dan katanya akan ada bonus besar," dia mengharapkan.
Menanggapi keluhan itu, Imam berjanji akan segera mengecek dan menyelesaikannya.
(mcy/mfi)












































Foto: Mercy Raya/detikSport