detiksport
Follow detikSport
Kamis, 18 Jan 2018 16:47 WIB

Test Event Voli, Sepakbola, dan Basket Terancam Batal

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rengga Sancaya/detikSport Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Voli, sepakbola, dan basket terancam batal menggelar test event Asian Games 2018. Jumlah peserta minim.

Test event Asian Games dijadwalkan bergulir 10-24 Februari, lebih lama ketimbang rencana sebelumnya 10-18 Februari, di Jakarta. Miniatur Asian Games itu rencananya menggeber sembilan cabang olahraga; atletik, taekwondo, bola voli, basket, tinju, sepakbola, pencak silat, angkat besi, dan panahan.

Tiga dari sembilan cabang olahraga (cabor), basket, voli, dan sepakbola terancam tak bisa menggelar test event karena minim peserta. Sebagai gambaran, sepakbola baru mendapatkan dua dari empat peserta, voli baru diminati empat dari lima yang diharapkan. Basket juga baru diminati dua negara.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya kami punya batas waktu. Alhamdullilah dari sembilan cabor, enam diantaranya sudah terdaftar. Hampir 21 KOI dari negara lain dengan jumlah pesertanya 1.030 sekian sudah terdaftar, dan mungkin sekarang sudah naik lagi hari ini," kata Erick di Kantor INASGOC, Wisma Serbaguna, Senayan, Kamis (18/1/2018).

"Sementara sepakbola, kebetulan federasinya, PSSI, telah mengirim surat kepada kami bahwa mereka minta perpanjangan waktu hingga pekan depan dan sudah saya setujui," ujarnya kemudian.

"Saya juga tidak mau ada arogansi dari INASGOC karena test event ini juga merupakan acaranya cabor. Jadi kami masih membuka tapi pada deadline tertentu akan kami tutup karena ini akan dihitung kateringnya, transportasinya, akreditasinya," ujar dia.

INASGOC berharap test event yang sudah dijadwalkan bisa terlaksana sesuai dengan rencana. Terlebih, test event ini merupakan uji coba sebelum Asian Games benar digulirkan.

"Jadi semisal 17 Januari kami sudah beri deadline, kemudian Senin kemarin kami sudah beri peringatan, mungkin pekan depan menjadi batas waktu terakhir. Jadi bila lewat dari batas itu mohon maaf kami akan tinggal. Bukan kami arogansinya tapi supaya sistemnya berjalan baik. takutnya pas ujung kami tak bisa prediksi," kata Bos Mahaka Group ini.

"Rencananya kami ada pertemuan dengan PSSI, supaya mereka jangan tahu hanya dari media saja, melainkan secara personal. Begitu juga akan ada pertemuan dengan pengurus basket dan voli. Kami harap pekan depan sudah ada kepastian," dia berharap. (mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed