detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 28 Jan 2018 22:22 WIB

Tour de Indonesia 2018

Karena Tanjakan dan Sprint Memang Keahlian Peerapol Chawchiangkwang

Femi Diah - detikSport
Pebalap Thailand Peerapol Chawchiangkwang juara etape keempat Tour de Indonesia 2018 (Foto: Femi Diah) Pebalap Thailand Peerapol Chawchiangkwang juara etape keempat Tour de Indonesia 2018 (Foto: Femi Diah)
Denpasar - Peerapol Chawchiangkwang menjadi juara etape keempat Tour de Indonesia (TdI) 2018. Dia memang memiliki dua kepiawaian sekaligus, tanjakan dan sprint.

Etape keempat TdI dari Gilimanuk ke Denpasar, Minggu (28/1) cukup bervariasi. Etape sejauh 170,9 km itu diawali dari pelabuhan kemudian menuju tanjakan di Bedugul dengan ketinggian mencapai 1.441 mdpl dan finis di Renon.

Pebalap dari Thailand Continental Cycling Team, Chawchiangkwang, keluar sebagai juara. Dia mencatatkan waktu empat jam 20 menit dan 58 detik.


Kendati bukan etape terpanjang, Chawchiangkwang mengakui etape ini sebagai etape yang cukup berat. Ditambah dengan kabut yang cukup tebal dan hujan di Bedugul.

Beruntung bagi Chawchiangkwang, dia memiliki rekan satu tim yang sangat tangguh pada tanjakan, Ariya Phounsavath, yang seorang pebalap Laos. Dia pemegang jersey polkadot alias raja tanjakan.

"Hari ini cukup berat, tanjakan cukup panjang dan berangin. Tapi, kami memiliki pebalap yang memakai polkadot jersey, so saya tinggal mengikuti dia," kata Chawchiangkwang, usai balapan.

"Hari ini, saya berharap untuk memenangi etape karena saya memiliki kemampuan untuk tanjakan dan sprint. Kemarin tanjakan tak terlalu curam, namun hari ini sangat curam. Juga kabut di sepanjang tanjakan, tapi masih oke lah," dia menjelaskan.

"Saya senang memiliki Ariya bersama saya di garis finis. Dia dari Laos tapi bersama-sama kami di Thailand," ujar dia.

(fem/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com