DetikSport
Minggu 04 Februari 2018, 12:43 WIB

Tanjakan Bangbang dan Danau Batur 'Hibur' Pegowes GFNY Bali

Prins David Saut - detikSport
Tanjakan Bangbang dan Danau Batur Hibur Pegowes GFNY Bali Foto: David Saut/detikSport
Denpasar - Ratusan peserta balap sepeda Grand Fondo New York (GFNY) Bali 2018 yang memilih jalur terjauh, 143 km, mendapatkan tantangan tanjakan. Mereka juga dihibur pemandangan menarik Danau Batur.

Peserta GFNY bisa memanfaatkan jalur landai dari garis start di Jl By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (4/1/2018) hingga Jl By Pass IB Mantra di Klungkung untuk memaksimalkan kecepatan. Sebab, memasuki Semarapura menuju Sidemen, mereka harus bertarung dengan tanjakan-tanjakan kecil.

Hamparan persawahan di tengah perbukitan dengan latar Gunung Agung yang tertutup awan membuat para peserta masih bersemangat mengayuh pedal melewati area Sidemen. Setelah itu, peserta melewati Selat-Muncan-Rendang dengan melalui Sungai Yeh Sah yang dipenuhi bebatuan serta lumpur bekas lahar dingin Gunung Agung.

Rombongan terdepan tanpa henti melintasi jalur tersebut, meskipun kecepatan kayuhan mulai menurun. Tapi, pegowes yang ada di rombongan berikutnya memutuskan untuk berhenti sejenak kemudian menuntun sepedanya ketika memasuki Desa Bangbang, Bangli, untuk menuju Danau Batur. Ya, mulai Desa Bangbang, Tembuku, hingga Suter, Kintamani, jalur berubah menjadi tanjakan.

Terutama di Desa Bangbang, tanjakan dengan kemiringan sekira 30 derajat membuat para peserta turun dari sepedanya. Dengan peluh di wajah mereka, sepeda dituntun untuk menanjaki tanjakan sepanjang kurang lebih 100 meter itu.

Setelah tanjakan tersebut, para peserta kembali mengayuh sepeda mereka. Namun jalur, yang terus naik hingga Desa Suter yang berada di sisi selatan Danau Batur, membuat mereka tak bisa berpacu dengan waktu.

Para peserta mengayuh perlahan sepeda balapnya hingga mencapai Suter yang telah bersiap petugas kesehatan, air minum, toilet dan pemandangan menakjubkan Gunung Batur dan danaunya. Puluhan peserta berhenti cukup lama di rest point tersebut untuk menghilangkan lelah sebentar sambil berswafoto.

"Foto saya dulu, pakai danau ya di latar belakang," kata salah satu peserta asal Australia bernama Nick.

Tapi, rombongan peserta terdepan tidak berhenti sama sekali di rest point tersebut. Mereka terus melaju melahap turunan menuju Kota Bangli.

Setelah melewati Kota Bangli, matahari telah berada cukup tinggi dan cuaca cenderung cerah dengan sedikit awan. Sehingga udara panas menyelimuti angin yang dirasakan para peserta tersebut.

Usai tikungan terakhir di Klungkung dan memasuki Jl By Pass IB Mantra, jalanan datar tak menggoda para peserta memacu sepedanya lebih cepat. Mereka juga harus berjibaku dengan lalu lintas di ruas jalan protokol tersebut.

Tikungan menuju Jl By Pass Ngurah Rai menjadi jalur datar dan lurus terakhir sebelum garis finish di Sanur, Denpasar, Bali. Ketika detikSport tiba di garis finish pada pukul 11.00 WITa, jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan komopetisi ini telah mencapai lebih dari 120 orang.



(vid/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed