DetikSport
Sabtu 10 Februari 2018, 06:53 WIB

Adisutjipto Urban Obstacle Run: Lomba Lari Halang Rintang ala TNI di Bandara

Ristu Hanafi - detikSport
Adisutjipto Urban Obstacle Run: Lomba Lari Halang Rintang ala TNI di Bandara Foto: Ristu Hanafi/detikSport
Sleman - Lomba lari di jalan raya, hutan, dan gunung sudah marak dijumpai saat ini. Tapi lomba lari di bandara plus bisa merasakan tantangan halang rintang ala TNI?

Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta bakal menggelar lomba lari level internasional dengan konsep yang belum pernah dijumpai di Indonesia. Bertajuk Adisutjipto Urban Obstacle Run (AUOR) 2018, para peserta berkesempatan merasakan berlari di kawasan bandara plus mengadu fisik dengan para prajurit TNI.

"Ini event lari yang berbeda nuansanya dari lomba lari pada umumnya di Indonesia, karena baru pertama ini digelar," kata Kadis Ops Lanud Adisutjipto, Kolonel Pnb Dedi Susanto, saat jumpa pers di The Rich Jogja Hotel, Sleman, Jumat (9/2/2018).

Lomba yang digelar Minggu (4/3/2018) ini bakal terbuka untuk para pelari lokal dan mancanegara. Mereka akan berlari di rute yang berada di dalam lingkungan Lanud dan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, dengan suguhan pemandangan aktivitas pesawat sipil dan militer.

Ada tiga kategori dalam AUOR 2018, yakni kategori 5K, 10K, dan kategori Obstacle Run. Peserta dibagi dalam kelas perorangan, beregu, sipil, dan militer, dengan memperebutkan hadiah total Rp 150 juta dan ragam doorprize senilai hingga Rp 300 juta.

"Ini yang menarik, di kategori obstacle run ada rintangan standar militer. Jadi masyarakat umum bisa merasakan rintangan dalam pendidikan militer, sekaligus bisa berlari di arena yang sama dengan pasukan khusus TNI AU, AD, dan AL yang akan ikut menjadi peserta. Kita satukan unsur TNI dan masyarakat umum dalam satu kegiatan bersama," jelasnya.

Koordinator Race AUOR 2018, Kapten Pnb Endra Alexander Yosep Lessy, mengatakan akan ada 26 rintangan dalam obstacle run. Peserta bakal mendapatkan pengalaman baru karena sebagian dari rintangan ini berstandar militer.

"Lari di jalan sudah, lari di hutan atau gunung sudah, tapi lari di samping landasan pesawat dan bisa melihat langsung aktivitas di area lanud? Ditambah dengan rintangan menembak senjata, nyeberang sungai, lompat palang, ini hal baru bagi pelari di Indonesia, ada rintangan standar militernya, ada juga rintangan yang fun," jelasnya.

Tak hanya itu, peserta juga bakal dimanjakan dengan penampilan spesial dari The Jupiters Aerobatic Team TNI AU. Mereka bakal bermanuver menghibur peserta selepas garis finish. Selain itu ada kesempatan untuk berfoto bersama para pilot dan deretan pesawat TNI AU.

"Akan menampilkan 15 manuver untuk menghibur para peserta. Juga ada akrobatik dari pesawat TNI AU lain yang jarang ditampilkan di depan publik, dan atraksi 100 penerjun," terang Perwakilan Jupiters Aerobatic Team, Letkol Pnb HS Romas "Condor".

Masyarakat yang ingin merasakan tantangan ini dipungut biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu untuk kategori 5K, Rp 250 ribu untuk kategori 10K, Rp 400 ribu untuk personal obstacle, dan Rp 1,2 juta untuk team obstacle (4 orang). Pendaftaran bisa melalui www.obstaclerun.id, www.ayolari.in, dan era.cognitix.id, serta tiket box di antaranya di Jogja City Mall, Radio Geronimo, Lippo Mall, dan Hartono Mall.

"Kita targetkan 3.750 peserta, dari mancanegara sudah ada yang mendaftar dari Kenya dan Swiss," imbuh Ketua Panitia Letkol Pom Agus Suhandi.
(raw/mfi)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed