detiksport
Follow detikSport
Selasa, 13 Feb 2018 05:04 WIB

Pelatih Khawatirkan Kondisi Mental Atlet Dayung yang Tersetrum

Wisma Putra - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Bandung - Atlet dayung Indonesia Dewi Yuliawati tersetrum saat menjalani latihan untuk persiapan Asian Games. Selain luka fisik, trauma jadi hal lain yang diperhatikan.

Dewi tersetrum kabel listrik yang melintang di Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, saat sedang berlatih. Latihannya itu dilakukan sebagai salah satu program pemulihan cedera pinggang.

"Tetap berlatih bersama, namun porsi latihan yang berbeda," kata pelatih dayung M. Hadris saat ditemui detikSport di RSUD Soreang, Senin (12/2) malam.

Insiden ini jelas mengganggu persiapan Dewi membela Indonesia di Asian Games 2018, yang berlangsung Agustus-September mendatang. Hadris pribadi tak bisa memperkirakan berapa lama Dewi butuh waktu untuk pulih dan melanjutkan persiapan.

[Gambas:Video 20detik]


Untuk saat ini, Hadris ingin atletnya mendapatkan perawatan lebih dulu sampai pulih. Satu hal yang menjadi perhatiannya adalah pemulihan trauma.

"Kalau lihat kondisi sekarang, anaknya sedikit trauma. Tapi kita belum tahu persis traumanya seperti apa, takutnya nanti ketemu air trauma. Kita coba tenangkan atletnya, memberikan motivasi lagi, bahwa perjuangan kita masih panjang dan traumanya hilang. Sangat berharap Dewi bisa sembuh lagi," ungkapnya.

"(Luka bakar) Insya Allah kering 1-2 bulan, dengan pengobatan yang intensif. Mental dan traumanya itu yang nanti akan kita coba tingkatkan. Kita takut dia takut lihat air, karena olahraga ini olahraga air," jelasnya.

Dokter spesialis bedah RSUD Soreang, Dik Adi Nugraha, yang melakukan penanganan medis terhadap Dewi menyatakan tanda-tanda awalnya positif. Jika segalanya berjalan baik, dalam tiga minggu luka atlet 20 tahun itu bisa pulih.

"Saya lihat perkembangan saat ini, mudah-mudahan Dewi (cepat sembuh). Usianya masih muda jadi dapat merespon pengobatan cukup baik, pada umumnya penyembuhan luka itu mungkin terjadi sekitar tiga minggu," ujarnya.

"Kita harus monitoring karena kita tidak bisa memprediksi apa yang terjadi di hari-hari kedepan. Kita melihatnya kondisi saat ini memang perkembangannya cukup baik," pungkasnya. (raw/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed