detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 19 Feb 2018 22:57 WIB

Sistem Keamanan Asian Games Bakal Diperketat, Dibagi 3 Zona

Mercy Raya - detikSport
Ketua INASGOC, Erick Thohir. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom) Ketua INASGOC, Erick Thohir. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 akan memperketat sistem keamanan di pesta olahraga negara-negara Asia. Itu sebagai langkah pencegahan.

Final Piala Presiden yang mempertemukan Persija Jakarta melawan Bali United, Sabtu (17/2/2018), menyisakan masalah untuk Stadion Utama Gelora Bung Karno. Beberapa bagian rusak dari pintu, pagar pembatas, hingga taman mengalami kerusakan..

Perusakan fasilitas yang dilakukan oknum suporter The Jakmania sampai merugikan pemerintah sebesar Rp 150 juta. Itu menjadi evaluasi bagi panpel dalam meningkatkan kewaspadaan ketika Asian Games benar-benar digelar.



"Kami di Asian Games nanti tentu pengamananya akan lebih diperketat, dimana kami sudah menerapkan kemarin ketika invitation tournament hanya ada dua pintu, yaitu pintu akreditasi, dan kedua pintu tiket," kata Ketua INASGOC, Erick Thohir, di Wisma Serba Guna, Senayan, Senin (19/2/2018).

"Kemarin untuk pintu akreditasi, kami membuka pintu yang di depan TVRI, nah untuk tiket dibuka di VIP Barat tapi nanti saat pelaksanaan pintu hanya di buka di depan Sudirman, yang dekat parkir timur. Kami hanya akan buka satu akses," ujarnya.

Sementara untuk pengamanan, Bos Mahaka Group ini, menyebut akan dibagi menjadi tiga zona.


"Zona pertama penonton dicek baru bisa masuk, tanpa tas. Jadi tidak boleh bawa tas dan apapun, kalau mau bawa tiket aja. Lalu masuk ke zona dua dicek apakah punya tiket, karena tidak ada lagi beli tiket di venue. Tiket semua sudah online yang bahkan dibeli tidak saat pertandingan berlangsung. Jadi, masuk zona dua itu sudah cek tiket dan zona ketiga itu venuenya akan dicek lagi, tiket dan tempat duduknya," dia menjelaskan.

"Jadi memang mohon maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya Jakarta dan Palembang yang nanti tampaknya akan jauh lebih ketat," kata Erik lagi..

"Protokoler juga sudah kami laporkan ke Wakil Presiden dan nanti saat opening closing tidak akan ada mobil yang masuk, yang boleh hanya mobil Presiden atau Presiden Dewan Olimpiade Asia. Saya pun tidak akan bisa masuk mobil, semua kita naik bis, baik kementerian, OCA , KOI itu semua naik bus. jadi tidak ada kendaraan masuk, jadi sangat ketat," dia mengungkapkan.



(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed