detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Mar 2018 13:13 WIB

Persani Kirim 9 Pesenam Artistik ke Piala Dunia

Mercy Raya - detikSport
Dwi Samsul Arifin meraih perunggu di cabang senam artistik SEA Games 2017 (Wahyu Putro A/Antara Foto) Dwi Samsul Arifin meraih perunggu di cabang senam artistik SEA Games 2017 (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Sembilan pesenam artistik akan mengikuti 11th Artistic Gymnastics World Cup, di Doha, 21-24 Maret mendatang. Ini jadi uji coba sekaligus melihat kemantapan gerakan atlet.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani), Dian Arifin, mengatakan meski ada sembilan atlet yang diberangkatkan, dua di antaranya dibiayai oleh pengurus provinsi masing-masing.

"Dana kami memang terbatas. Selain itu, satu atlet putra di antaranya juga memang tidak memang tidak masuk dalam SK (Surat Keputusan) Kemenpora, tapi tetap kami ikut sertakan karena ini menjadi ajang seleksi dia untuk bisa masuk skuat Asian Games," kata Dian ketika ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Rabu (7/3/2018).

Selain itu, pada kejuaraan ini diharapkan karena peserta dari tingkat dunia sehingga uji coba bisa menjadi ajang untuk melihat kematangan gerakan senam. Hal ini penting karena penilaian cabang senam subyektif.

"Tentu akan kelihatan atlet kita sudah sampai level mana. Karena setelah dari Doha akan ada uji coba selanjutnya dan kami siapkan juga progam camp yang mana dalam camp tersebut akan ada penambahan dan penyempurnakan gerakan meskipun engga banyak karena waktunya sudah mepet," sambungnya.

"Namun yang diutamakan adalah dari penyempurnaan gerakan karena pada senam walaupun gerakannya sesulit apapun kalau penyempurnaan-nya tidak bagus, akan kurang. Jadi memang perlu strategi, per atlet harus dilihat gerakannya, karena di senam sangat subjektif jadi harus melihat lebih spesifik."

Di Asian Games, Persani akan menurunkan 5 atlet putra dan 5 atlet putri disiplin artistik. Sementara untuk ritmik akan menurunkan dua atlet. Dari skuat yang ada Persani menargetkan medali kendati disebutkan hal itu cukup sulit lantaran ada dua negara favorit, Jepang dan China.

"Kami berupaya mempersiapkan atletnya. Bahkan setelah dari Doha nanti kami juga akan melakukan penyeleksian kembali pada April. Sementara untuk ritmik sudah tidak ada seleksi kembali. Setelah mendapat skuat inti artistik, kami akan Rusia selama 45 hari, sekitar Juni -Juli," tutupnya.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed