DetikSport
Rabu 07 Maret 2018, 14:30 WIB

Kemenpora Sosialisasikan Vaksin Influenza untuk Atlet Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Kemenpora Sosialisasikan Vaksin Influenza untuk Atlet Asian Games 2018 Foto: Mercy Raya/detikSport
FOKUS BERITA: Menuju Asian Games 2018
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) menggelar sosialisasi vaksinasi influenza bagi atlet Indonesia menuju Asian Games 18 Agustus-2 September 2018.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, mengatakan sosialisasi influenza sangat penting bagi atlet. Dia berharap aksi tersebut menumbuhkan kesadaran atlet untuk pencegahan penyakit.

Apalagi, atlet memiliki mobilitas tinggi bepergian ke luar negeri. Tak peduli musim dan cuaca serta menu makanan yang berbeda.

"Jadi vaksinasi ini sifatnya wajib untuk atlet dan ofisial. Terpenting vaksin ini tak mengandung doping," ujar Mulyana, di sela-sela sosialisasi vaksinasi influenza di Wisma Kemenpora, Senayan, Rabu (7/3/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora, Edi Nurindra Susila, mengatakan akan menjadwalkan vaksinasi influenza bagi para atlet mulai April mendatang. Kemenpora menargetkan 1.100 atlet utama pelatnas Asian Games dan Asian Para Games.

"Kami akan berkunjung ke masing-masing pelatnas cabang olahraga yang turun dalam Asian Games. Kami membidik atlet-atlet utama dan mengupayakan semua biaya gratis," kata Edi, dalam kesempatan yang sama.

Bekas pebulutangkis nasional, Ricky Soebagdja, yang hadir dalam sosialisasi itu mengapresiasi program pemerintah tersebut. Berkaca pengalamannya saat menjadi atlet, belum sekalipun ada program vaksinasi untuk atlet.

"Bagi kami cabang bulutangkis ini sangat bagus karena hampir setiap pekan kami ada turnamen. Soalnya, pengalaman saya menjadi atlet tidak pernah. Semua harus dari kesadaran kami sendiri sebagai atlet. Sekarang ada program ini tentu sebagai perbaikan, meski kesadaran juga harus tetap ada," kata Ricky.

"Harapan saya program ini tidak hanya untuk Asian Games saja tapi semuanya," ujarnya lagi.

Senada, manajer timnas angkat besi Dirdja Wihardja mengatakan dengan vaksinasi kondisi tubuh atlet lebih terjaga. Karena jika sakit dua hari saja bisa mempengaruhi program atlet.

"Apalagi untuk angkat besi. Tapi yang penting jangan berhenti di sosialisasi tapi eksekusi secepatnya," Dirdja menambahkan.
(mcy/fem)

FOKUS BERITA: Menuju Asian Games 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed