detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Mar 2018 19:32 WIB

INASGOC Diminta Gencarkan Sosialisasi Asian Games Lagi

Mercy Raya - detikSport
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) diminta untuk menggiatkan sosialisasi lagi. Gaung soal multievent negara-negara Asia itu dinilai masih sepi.

Peringatan itu disampaikan Asisten Keuangan INASGOC yang juga Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, usai acara talkshow live salah satu radio dengan tema "Mampukan Indonesia menjadi tuan rumah yang baik saat Asian Games?" di Hotel Ibis, Harmoni, Rabu (7/3/2018).

Gatot yang baru saja bergabung dalam rapat bersama Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengatakan dalam rapat itu dibahas rendahnya gaung Asian Games. Alih-alih di daerah lain, jakarta pun amsih sepi. Padahal, Asian Games 2018 dilaksanakan kurang dari enam bulan lagi.

"Tadi rapat di Istana dipimpin Bapak Heru (Budi Hartono) Kasetpres, dibahas juga soal ratas kemarin, katanya kok sepi-sepi aja di Jakarta, belum lagi di daerah," kata Gatot.

Gatot mengakui jika panpel selama ini kurang proaktif dan malah terkesan menunggu. Padahal jika ada butuh bantuan tinggal langsung datangi karena semua tugas pokok dan fungsi tertuang dalam (Instruksi Preaiden).

"Poinnya adalah harus digiatkan lagi, belum lagi jalan ke arah bandara. Bendera pun nanti tidak hanya logo OCA (Olympic Council of Asia), tapi bendera 45 negara peserta berarti area panjang. Daerah pun harus diperbaiki, jangan sampai ada kesan Asian Games hanya milik Jakarta," Gatot menjelaskan.

"Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah lembaga kementerian, mereka sudah pasang billboard depan kantor masing-masing. Tapi itu saja tidak cukup, harus ada warna-warna yang lain untuk menghias kantor lembaga. Belum lagi promosi Asian Para Games, jangan sampai dikira kami diskriminasi," dia menambahkan.

Menurut Gatot dalam waktu dekat akan ada beberapa program untuk menggalakkan promosi Asian Games. Selain torch relay juga penyebaran informasi Asian Games yang lebih detail kepada masyarakat.

"Kalau masalah informasi detail, harusnya ada sarana komunikasi masif. Memang informasi detail penting, tapi jangan sampai masalah basic muncul kejadian publik tidak bisa membedakan Asian Games dan SEA Games. Jadi detail penting, tapi basic ada apa di bulan Agustus itu juga penting," ujarnya.

Makanya, April nanti, dilanjutkan dia, Kementerian Pariwisata, akan memberlakukan aturan wajib untuk membawa brosur Asian Games 2018 setiap kunjungan ke luar negeri.

"Nah saya tengahi, kalau rapat secara lisan tidak efektif, jadi harus dibuat surat edaran kepada setiap lembaga kementerian dan menteri, diwajibkan bagi delegasi maupun event di mana pun dibawakan brosurnya," ujar dia.

"Kami juga akan melakukan rencana lain, semisal tender lelang titik-titik yang akan dibangun kemudian di sejumlah titik ada yang sudah jalan. Kemudian salah satu saluran televisi nasional akan mengadakan road to Asian Games," Gatot mengatakan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed