detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 08 Mar 2018 17:59 WIB

CdM Yakin Angkat Besi Kelas 62 Kg Dipertandingkan di Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto
Jakarta - Chief de Mission (CdM) Asian Games untuk kontingen Indonesia, Syafruddin, yakin angkat besi kelas 62 kg tetap bakal dipertandingkan. Dia minta jangan jadi polemik lagi.

Optimisme Syafruddin itu disampaikan usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan dengan cabor-cabor di Sekretariat CdM Gd Perjuangan dan Soliditas Atlet AG Komplek STIK-PTIK, Jakarta, Kamis (8/3/2018). Dia menyebut peluang kelas 62 kg diadakan lagi sangat besar.

Dia bilang Indonesia mempunyai posisi tawar yang kuat. Selain karena tuan rumah, nomor event cabang olahraga sudah disepakati oleh Olympic Council of Asia, INASGOC, dan pemerintah Indonesia.

[Baca Juga: Aksi Para Lifter di Tes Angkat Besi PABBSI]

"Sangat (peluang) masih ada. Sebentar lagi. Kami masih menunggu ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang masih berjuang. Makanya dia tidak hadir ini karena dia masih memperjuangkan," kata Syafruddin.

"90 persen Insya Allah bisa. Jangan khawatir, jangan diributkan lagi," pintanya.

PABBSI Percayakan Kepada Pemerintah

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PABBSI Djoko Pramono mengku telah memberi penjelasan kepada Ketua Dewan Pengarah INASGOC Jusuf Kalla pentingnya Indonesia memperjuangkan kelas spesialis Eko Yuli Irawan.

"Kita tuan rumah, lalu yang kedua semua nomor event cabang-cabang sudah diputuskan oleh OCA, INASGOC, pemerintah Indonesia. Jadi tak ada alasan bisa diubah-ubah. Jadi sebenarnya posisi Indonesia kuat. Jika bilang no ya no. Tinggal berani tidak?" kata Djoko.

[Baca Juga: Kelas 62 Kg Angkat Besi Dihapus Dari Asian Games, Ini Respons Menpora]

"Sejauh ini respons bapak Jusuf Kalla bagus. Untuk langkahnya beliau tidak menyampaikan. Tapi tadi kelihatannya, menteri, semua tetap mendukung dipertandingkan," ujar purnawirawan perwira tinggi Korps Marinir TNI angkatan laut ini.

"Saya gambarkan bahwa olahraga itu ada politisasinya. Ada negara-negara yang juga punya kepentingan tertentu. Tapi it's okay semua berupaya untuk mempertahankan kelas 62 kg. Kita punya posisi tawar yang kuat kok," kata dia. (mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed