detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 13 Mar 2018 14:03 WIB

Tiga Tim Putra Berebut Dua Tiket Sisa Final Four Proliga 2018

Mercy Raya - detikSport
Partai Proliga 2018 antara Jakarta BNI Taplus vs Surabaya Bhayangkara Samator (Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto) Partai Proliga 2018 antara Jakarta BNI Taplus vs Surabaya Bhayangkara Samator (Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto)
Jakarta - Putaran kedua seri ketiga Proliga 2018 bergulir di GOR C'Tra Arena Bandung, Jawa Barat pada 16-18 Maret, menghadirkan persaingan tiga tim putra memperebutkan dua tiket sisa untuk final four.

Jakarta Pertamina Energi dan Palembang Bank Sumsel sudah lolos final four sektor putra. Dua tiket kini tersisa dan akan jadi rebutan Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta BNI Taplus, dan Bekasi BVN.

"Persiapan kami tetap maksimal untuk menatap pertandingan nanti. Walaupun terseok-seok kami akan tetap berjuang optimal," kata Pelatih Bekasi BVN Walfridus Wahyu kepada detikSport, Selasa (13/3/2018).

Bekasi BVN di antaranya akan menghadapi BNI Taplus pada 18 Maret, dengan lebih dulu menghadapi Samator dua hari sebelumnya. Laga-laga ini amat krusial buat Bekasi BVN, khususnya saat menghadapi BNI.

"Tetap fokus kami ada di dua lawan selanjutnya. Tapi kami lebih menitikberatkan kepada BNI karena antara Bekasi dan BNI, yang menang masuk, yang kalah keluar. Jadi ini game penentu. Insya Allah walau dengan keterbatasan masih tetap semangat untuk meraih poin penuh," ucap Wahyu.

Untuk partai-partai tersebut, Bekasi BVN menaruh perhatian ke duet Samator Rivan Nur Mulki dan Rendy Tamamilang, dan mewaspadai pemain asing dan libero dari BNI.

Sementara itu kubu BNI juga tak kalah optimistis. Strategi terbaik sudah disiapkan dalam upaya mengalahkan lawan-lawan.

"Kami tak perlu di-challenge dengan lawannya juga akan main maksimal karena kami juga belum aman," kata Asisten Pelatih BNI Loudri Maspaitela.

Untuk mengamankan tiket final four, BNI Taplus hanya perlu meraih satu kemenangan. Namun, Loudri enggan jemawa dan tetap amat mewaspadai Bekasi BVN.

"Dulu kami memang kesulitan menghadapi pemain asing dari Thailand. Tapi sekarang kan tidak ada, meski dengan pemain lokalnya mereka nothing to lose sehingga kami kalah 3-1 saat di Batam," ucapnya.

"Selain itu, kami juga tak punya pemain nasional, tentu bagi kami kualitas pemain dan tim ini sama. Dengan kondisi seperti ini kami tak ingin takabur bahwa peluang BNI lebih besar. karena semua kemungkinan bisa terjadi di lapangan. Terpenting main maksimal," tuturnya.



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed