detiksport
Follow detikSport
Selasa, 13 Mar 2018 21:55 WIB

Yolla Ikhlaskan Insiden di Kuala Lumpur, Cari Penebusan di Asian Games

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Atlet pencak silat Yolla Primadona (Okdwitya Karina Sari/detikSport) Atlet pencak silat Yolla Primadona (Okdwitya Karina Sari/detikSport)
Solo - Atlet pencak silat Yolla Primadona mengalami insiden mengecewakan di SEA Games 2017. Yolla sudah mengikhlaskannya dan bertekad juara di Asian Games 2018.

Ketika itu di Kuala Lumpur, Yolla bersama tandemnya, Hendy, terpaksa meraih medali perak di nomor artistik. Keduanya kalah dari pasangan tuan rumah Mohd Taqiyuddin bin Hamid dan Rosli bin Mohd Sharif.

Yolla dan Hendy menilai penilaian juri tidak wajar. Apalagi, keduanya sudah amat familiar dengan lawannya itu yang dianggap memiliki level di bawah mereka.

Yolla bisa 'membalas' kekecewaan itu di Asian Games 2018, yang digelar di kandang sendiri. Kesempatan bagi Yola untuk menciptakan sejarah, mengingat cabor Pencak Silat baru kali ini dipertandingkan.

"Sebenarnya bukan melupakan sih, lebih ke ikhlasin aja. Terbukti kemarin pas test event, kita membuktikan bahwa kita yang digdaya. Masalahnya adalah kemarin tidak datang, berarti yang bermasalah kan mereka bukan kita. Kita sih memang terbuka dan sudah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi," ucap Yolla di sela-sela kunjungan Menpora Imam Nahrawi di Stadion Manahan, Solo, Selasa (13/3/2018).

"Ke depannya kita latihan lagi, lebih baik lagi. Semoga nanti di Asian Games bisa memberikan yang terbaik," dia menambahkan.

"Saya ingin mewujudkan sebagai orang pertama dari pencak silat yang memberikan medali emas kepada Indonesia. Karena medali emas adalah harga mati untuk kita, karena perjuangannya tidak sebulan dua bulan, tapi latihan terus empat tahun ini. Jadi, hadiah terbaik untuk negara yaitu medali emas," dia menjelaskan.


(rin/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed