detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 20 Mar 2018 16:10 WIB

Perpani Siapkan 12 Pepanah ke Kejuaraan Dunia di Shanghai

Mercy Raya - detikSport
Atlet panahan nasional akan beruji coba ke Shanghai. (Grandyos Zafna/detikSport) Atlet panahan nasional akan beruji coba ke Shanghai. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Setelah menjalani uji coba di Bangkok, 12 atlet panahan nasional akan melanjutkan persiapan Asian Games ke Shanghai. Mereka turun di Kejuaraan Dunia.

Kejuaraan dunia panahan itu digeber di Shanghai, China, 23-29 April. PP Perpani mengirimkan 12 atlet panahan (enam nomor compound dan enam recurve) dalam ajang itu. Di antaranya, Riau Ega Agatha Salsabila, Diananda Choirunnisa, Prima Wisnu.

"Itu jadi persiapan ke Asian Games. Ada China, Hong Kong, Malaysia," kata Manajer tim pelatnas panahan, Freddy Rosandi, di lapangan panahan Gelora Bung Karno, Selasa (20/3/2018).

Berharap Tambahan Kuota Pelatnas dan Peralatan

Selain fokus menyiapkan atlet ke Kejuaraan Dunia, Perpani juga merencanakan menambah kuota pelatnas. Mereka berharap bisa menambah empat pepanah ke pelatnas.

"Rencananya sejumlah itu dulu. Nanti kami akan minta tambahan empat atlet lagi untuk dipelatnaskan," kata Freddy di lapangan panahan Gelora Bung Karno, Selasa (20/3/2018).

Empat tambahan atlet, dikatakan Freddy, akan diseleksi dari tes internal yang akan digelar Perpani sepulang dari Shanghai.

"Seperti Rona Siska Sari yang tidak masuk bisa ikut dalam seleksi ini lagi. Cuma menjalani masalahnya kan anggaran tidak bisa ditambah-tambah. jadi bagaimana kami mengatur dan berkoordinasi dengan KONI serta Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora supaya masuk dalam anggaran," katanya.

"Kami perlu ada cadangan supaya ketika ada satu atlet yang sakit bisa diganti. Apalagi nomor yang banyak kita ikuti paling banyak di team. Begitu juga peralatan, kemarin saat di Bangkok ada kejadian tim Filipina alatnya patah dan tak ada cadangan akhirnya di diskualifikasi," ujar Freddy.

"Nah, maksud kami harus punya dua alat untuk masing-masing atlet karena alat itu kan harus diperiksa dulu dengan tim verifikasi. Jika patah bisa pakai yang cadangan. Sementara saat ini satu anak satu alat," dia menambahkan.

Sebelumnya, atlet panahan mengeluhkan soal penerimaan alat yang belum lengkap. Soal itu, Freddy mengatakan, akan memberikannya secara bertahap.

"Kami akan melakukan pembelian busur bertahap, nilanya juga bertahap. Kami tidak bisa sekonyong-konyong mengambil uang besar, yang penting apa dulu? oh anak panah, kemudian busur bulan depan," kata dia.

"Itu ukurannya harus sesuai atletnya. Dan ukurannya beda-beda. Kami harus memesan dari Korea, karena standarnya dan kualitasnya bagus," katanya kemudian.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed