Syafruddin, yang juga wakapolri, melakuan peninjauan ke Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (20/3/2018). Tempat ini merupakan lokasi pelatnas cabang sepak takraw dan juga gulat.
Dalam tinjauannya tersebut, Syafruddin memamerkan kemampuannya memerankan tugas tekong dengan melakukan servis. Tepuk tangan atlet menggema di ITSC saat bola kuning yang ditendangnya melewati net pembatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Syahdan Alamsyah |
Syafruddin kemudian berbagi sedikit kisah mengenai masa-masa tersebut. Dibandingkan dengan era sekarang, status atlet saat itu jauh berbeda karena tidak ada fasilitas spesial dan pelatihan khusus.
"Uang saku enggak ada, sarana prasana belum memadai seperti sekarang, apalagi fasilitas training camp juga tidak ada. Semoga ini menjadikan motivasi untuk atlit yang saat ini akan berlaga di Asen Games Agustus mendatang," ucapnya.
Pelatih Sepak Takraw Asry Syam mengaku ada kebanggaan dan motivasi bagi atletnya begitu mengetahui pencapaian Syafruddin dalam cabang olahraga tersebut di masa lalu.
"Ini luar biasa (jadi) dukungan moril, apalagi setelah kami tahu beliau mantan atlet nasional cabang sepak takraw. Saya briefing anak-anak saya jadikan itu sebuah motivasi, dan Insya Allah ini adalah sebuah peluang. Saya yakin secara psikologis akan ada pengaruh ke anak-anak apalagi beliau ini seorang CdM, semoga bisa menggenjot prestasi anak-anak nanti," kata Asry.
Asry menjelaskan akan ada 4 tim putri dan 4 tim putra yang akan berlaga di Asian Games nanti. Dari beberapa negara, Korea dan Thailand akan menjadi lawan berat sehingga pertandingan pun akan sengit.
"Dari beberapa negara mungkin Korea, Thailand, dan mungkin Myanmar akan menjadi lawan berat di beberapa nomor cabang pertandingan. Semoga kita bisa membawa harum nama Indonesia saat berlaga di Asian Games nanti," ucapnya.
-------
Dapatkan 10 merchandise menarik dari detikcom, dengan mengikuti survei ini
(krs/fem)












































Foto: Syahdan Alamsyah