INA Tuan Rumah Piala Asia 2007
Mensesneg Dukung Final di Jakarta
Kamis, 30 Jun 2005 18:11 WIB
Jakarta - Demi menyukseskan gawean Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2007, pemerintah tidak cukup memberikan dukungan materiil. Melalui Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, pemerintah juga akan memberikan dukungan immateriil. Seperti diketahui Indonesia ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah Piala Asia 2007 bersama Malaysia, Thailand dan Vietnam dalam rapat Asian Football Confederation (AFC) beberapa bulan lalu. Bersama negara-negara tersebut, Indonesia kebagian menggelar babak penyisihan. Rencananya gawean besar itu akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Namun AFC tetap meminta syarat. Itu adalah kondisi GBK yang harus direnovasi sesuai standar internasional. AFC sendiri meminta tahun 2006 sebagai deadline rampungnya renovasi. Dijelaskan Sekjen PSSI Nugraha Besoes setelah bertemu dengan Yusril di kantor Mensesneg, Jl Veteran, Kamis (30/6/2005) siang, bahwa dukungan pemerintah hanya sebagian saja. Dukungan pihak lain juga sangat penting."Jika kita menolak atau melewatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, maka kesempatan untuk menjadi tuan rumah lagi adalah 16 tahun kemudian. Mangkanya kita tidak bisa mengerjakan sendiri harus ada dukungan," kata Nugraha. Pemerintah sendiri merespon positif permintaan PSSI dengan memberikan dukungan materiil dan imateril. Untuk dana, pemerintah sudah menyiapkan Rp 80 miliar untuk merehabilitasi GBK Senayan. Renovasi akan dimulai pada bulan Juli 2005 dengan supervisi AFC karena harus memenuhi standar internasional. "Total Rp 80 miliar kita siapkan. Rp 36 miliar dari GBK, sementara Rp 44 miliar dari pihak-pihak lain misalnya swasta. Rencananya renovasi akan selesai tahun depan. Prinsip pemerintah karena olahraga adalah kampanye intl maka kita siap bantu. Akan tetapi tolonglah jangan terlalu memberatkan APBN," tutur Yusril. Nugraha menimpali bahwa dukungan tersebut sangat berarti, apalagi Mensesneg juga memberikan dukungan immateril dengan membuat permintaan langsung kepada Ketua AFC (Muhammad Bin Haman) agar Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah penyisihan tetapi juga semifinal dan final. "Surprise sekali, Pak Yusril menulis surat langsung ke (Ketua) AFC. Itu dukungan yang tidak ternilai," kata pria yang akrab disapa Nug ini. Sementara itu kabar yang cukup mengejutkan datang setelah rapat AFC yang digelar tanggal 16 Juni lalu. Menurut hasil rapat, keputusan Thailand sebagai tuan rumah bersama Piala Asia 2007 akan dipertimbangkan."Tanggal 16 Juni kita rapat bersama AFC, Pak Agum (Gumelar, Ketum KONI Pusat) juga ada. Indonesia, Malaysia dan Vietnam diputuskan menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, tetapi yang mengejutkan Thailand dianggap bermasalah. Thailand masih overheat (turun prestasinya)," tandas Nugraha. (mel/)











































