Syafruddin tiba di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018) sore. Dia langsung disambut oleh atlet-atlet polo air yang tengah berlatih. Setelahnya, dia menuju Stadion Madya untuk mengecek persiapan cabang olahraga atletik.
"Kami berorientasi kepada raihan prestasi. Dan menuju itu, ada dua hal yang paling pokok, pertama pelatnas, yang kedua uji coba. Saya selaku pimpinan kontingen Indonesia, memfokuskan untuk mendatangi pelatnas, dan sebisa mungkin menyaksikan try out, jika bisa dijangkau. Sebab, try out umumnya di luar negeri," kata Syafruddin usai tinjauannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Syafruddin, lawatannya kali ini merupakan yang ke-15. "Saya sudah kunjungi, sekitar 15 cabor, bela diri sudah semua. Beberapa di antaranya ada di Jawa Barat, dan pekan depan kami akan ke Jakabaring, Palembang, dan cabor yang ada di laut. Saya akan mendatangi ke sana," kata Syafruddin.
Dari hasil tinjauannya tersebut, Syafruddin mengatakan, secara umum berbagai persoalan telah teratasi, terutama uang saku.
"Uang saku selalu saya cek, itu nuansa kebatinan dan perasaan. Kemudian, anggaran lainnya sudah harus tersalurkan sesuai dengan target," ungkap Syafruddin.
Syafruddin membenarkan masih ada beberapa cabang yang ingin menambah anggaran. Namun, pemerintah belum bisa memenuhinya lantaran anggaran pelatnas terbatas.
"Ada cabor jumlah sekian dan yang disetujui kurang dari jumlah yang diminta. Itulah yang kami coba sinkronkan. Ini juga yang selalu saya lakukan ketika kunjungi cabor dan administrasinya kami selesaikan," tuturnya.
"Karena keputusan jumlah kontingen itu tidak boleh bertambah lagi. Jumlah kontingen rencananya 1.500 orang tapi itu belum final. Karena itu masih disinkronkan antara cabor dengan kemampuan anggaran," ujar Syafruddin.
(mcy/mfi)











































