Imam: Bonus Besar Demi Memacu Semangat Atlet di Asian Games 2018

Imam: Bonus Besar Demi Memacu Semangat Atlet di Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Kamis, 29 Mar 2018 19:18 WIB
Imam: Bonus Besar Demi Memacu Semangat Atlet di Asian Games 2018
Menpora saat mengunjungi pelatnas panahan (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi berencana mengganjar peraih medali emas Asian Games 2018 dengan bonus Rp 1,5 M. Cara ini dinilai ampuh untuk memotivasi atlet berprestasi.

Indonesia untuk kali kedua akan menjadi tuan rumah Asian Games. Di ajang tersebut, pemerintah menargetkan masuk 10 besar Asia dengan perolehan 16 medali emas.


Jika target itu tercapai, pemerintah akan menyiapkan bentuk apresiasi setinggi-tingginya bagi para atlet yang telah berjuang dan mengorbankan kesenangan mereka untuk membela negara, baik di Asian Games maupun Asian Para Games.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak tanggung-tanggung bonus miliaran rupiah sudah disiapkan oleh Kemenpora.

"Kami sudah menyiapkan anggaran untuk bonus Rp 64 miliar. Dana itu tidak hanya untuk Asian Games dan Asian Para Games, melainkan single event lainnya seperti All England dan kejuaraan lainnya," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (29/3/2018).

"Nah, untuk Asian Games ini jika dihitung dari Incheon 2014 itu peraih medali emas Rp 400 juta, jika naik 250 persen, berarti sekitar itu (Rp 1,5 miliar)," sambungnya.


"Lalu kenapa angka harus dimaksimalkan supaya memotivasi atlet untuk meraih medali emas. Target kami di Asian Games ini bukan sekadar perbaikan peringkat, waktu, atau perak dan perunggu tapi semua harus mengejar bagaimana mendapat emas," tegasnya.

Berbeda dengan peraih emas yang sudah ditetapkan, Menpora mengaku masih menggodok angka untuk peraih perunggu dan perak serta bonus nomor tim dan beregu.

"Saya ambil contoh emas Rp 1.5 miliar. Bagaimana double? Nah, ini berlaku rumus. Karena berbeda dengan Olimpiade kan, saat itu Rp 5 miliar masing-masing atlet. Tapi bagaimana tim misalnya sepakbola. Mana mungkin kami beri sebesar itu. Inilah yang kami minta kepada Deputi 3 bidang penghargaan atlet untuk mendetailkan semua," tutur pria asal Bangkalan itu.


Dalam kesempatan yang sama, Imam juga berencana tidak hanya memberikan bonus kepada atlet, pelatih, serta asisten pelatih. Tim pendukung seperti masseur, ahli gizi, dan psikolog juga mendapat bonus.

"Ini yang kami akan rumuskan nanti karena termasuk baru dan belum pernah dilakukan," pungkasnya.


(mcy/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads