DetikSport
Jumat 06 April 2018, 15:50 WIB

Angkat Besi Tak Masalahkan Ukuran Kamar Wisma Atlet, tapi...

Mercy Raya - detikSport
Angkat Besi Tak Masalahkan Ukuran Kamar Wisma Atlet, tapi... Kamar di Wisma Atlet Kemayoran. (Agung Pambudhy/detuikSport)
Jakarta - Skuat angkat besi ke Asian Games 2018 tak memermasalakan kamar sempit di wisma atlet Kemayoran. Mereka berharap fasilitas pendukung memadai.

Lifter nasional sngkat besi belum memiliki kesempatan untuk menjajal wisma atlet di Kemayoran. Pada saat test event Asian Games, Februari 2018, mereka tetap tinggal di Mess Kwini, homebase mereka latihan selama ini.

Saat itu, mereka beralasan wisma atlet baru saja dibangun sehingga masih bau cat. Selain itu, fasilitas seperti sauna, yang berkaitan dengan bodyweight belum ada. Jadi, diputuskan untuk tidak tinggal di wisma atlet.

[Baca Juga: Hilangkan Bau Tak Sedap di Wisma Atlet, Kali Sunter Akan Dikeruk]

"Kemarin kami menginap bukan di wisma atlet kepada di Mess Kwini. Soalnya jarak lebih dekat dan fasilitas seperti sauna itu belum ada. Jadi kami pilih di Kwini," kata manajer tim angkat besi Dirdja Wihardja kepada detikSport, Jumat (6/4/2018).

Meski belum pernah mencoba, Dirdja mengakui ada pembahasan soal kamar yang terlalu sempit. Khususnya, bagi atlet pada cabang olahraga tertentu.

"Ya saya sempat mendengar juga. Tapi, sulit juga mau membandingkan dengan wisma atlet di negara lain karena kami belum melihat secara langsung di Kemayoran seperti apa," tutur Dirdja.

"Tapi, sebagai gambaran di Incheon itu setiap unitnya memiliki luasan kamar yang besar. Ya, sekitar 87 meter persegi, terdiri dari tiga ruang tidur, satu ruang tamu, dan ada kitchen setnya. Ya model kamar hotel lah," Dirdja mengisahkan.

[Baca Juga: Bersikukuh Ukuran Kamar Sudah Pas, INASGOC Tak Khawatirkan Komentar Warganet]

"Satu dari tiga kamar itu ada satu kamar besar yang di dalamnya juga dilengkapi toilet. Jadi lumayan besar, isi enam orang bisa lah," sambungnya.

"Cuma satu yang kurang di sana yaitu wifinya yang sering ngadet. Sementara untuk di wisma atlet di Rio de Janeiro, agak lebih kecil dari Incheon. Cuma secara kelengkapan fasilitas di kamarnya saja, ada tiga kamar, ruang tamu, dan dapur," ungkapnya.

Bagi Dirdja. sebenarnya untuk setiap unit-unit di kamar tidak terlalu masalah dengan ukuran. Paling penting adalah atlet bisa nyaman saat tidur, serta fasilitasnya mumpuni. Khusus angkat besi, salah satunya tempat sauna dan keberadaan fitness centre lebih diutamakan. Karena berkaitan dengan berat badan.

Hal yang sama diungkapkan lifter Deni. Menurutnya, fasilitas pendukung lebih utama apalagi yang kaitannya dengan cabang itu sendiri.

"Sauna, tempat gym, dan dokter-dokter di klinik itu wajib ada. Karena bagi kami cabang-cabang fokus body weight seperti tinju, angkat besi, wushu, itu hal penting," kata Deni, terpisah.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed