DetikSport
Jumat 06 April 2018, 18:25 WIB

Soal Keluhan Wisma Atlet, Voli Indonesia Masih Berpikir Positif

Mercy Raya - detikSport
Soal Keluhan Wisma Atlet, Voli Indonesia Masih Berpikir Positif Kamar di wisma atlet Kemayoran. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Voli menyadari ada masalah dengan kamar di wisma atlet Kameyoran. Sementara, bulutangkis belum bisa berkomentar karena belum sekalipun melongok ke loaksi.

Kamar di wisma atlet Kemayoran untuk Asian Games 2018 dinilai terlalu sempit. Manajer kompetisi bola voli, Reggy Nelwan, tak menampiknya.

Apalagi, dia mendapatkan keluhan langsung dari atlet-atlet nasional yang sempat tinggal di wisma atlet saat test event Asian Games. Dia yakin masalah itu bsia segera diselesaikan.

Dia menyebut kalau Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) sudah merespons keluhan timnas voli dengan melengkapi kebutuhan atlet.

"Kalau bicara test event memang di awal-awal pasti ada masalah. Tapi kan INASGOC sudah meresponsnya dengan melengkapi kebutuhan. Semisal, tempat tidur yang disebut ukurannya kecil untuk atlet-atlet seperti voli, basket, atau atletik. Tapi kan sudah ditambahkan stool (kursi sofa yang diletakkan di ujung tempat tidur). Itu kan solusi," kata Reggy kepada detikSport, Jumat (6/4/2018).

"Lalu kemarin saat test event juga muncul keluhan ruangan terbatas, tidak ada ruangan untuk meeting tapi mereka bilang akan ada. Jadi menurut saya tak perlu dikhawatirkan lah. Sekarang kalau tidak percaya sama INASGOC, lalu sama siapa lagi? ini negara kita loh," tuturnya.

"Saya juga percaya atlet luar tidak akan terlalu ribet banget nantinya karena mereka punya kepala kontingen masing-masing yang akan mengakomodir kebutuhannya. Dan saya pikir, INASGOC juga pasti tak akan mau mendapat keluhan dari CdM negara peserta lain soal itu," dia menjelaskan.

"Jadi saya mau berpikir positif saja. Kecuali kemarin-kemarin tidak ada respons (dari INASGOC), boleh lah diberi masukan."

Terpisah, Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto belum bisa memberikan penilaian. Kendati Asian Games 2018 sudah sangat dekat, PBSi belum meninjau wisma atlet.

"Wah kalau saya belum melihat jadi belum bisa berkomentar," kata Budiharto.

"Tapi untuk single event biasanya ketika kami bertanding ke luar negeri selalu menginap di hotel bintang 4 atau bintang 5. Sementara pengalaman sebelumnya, seperti di Olimpiade Rio de Janeiro (karena saya baru ke sana) ya kamar wisma atletnya seperti apartemen dan berstandar internasional," dia menambahkan.

"Tapi jika mau membandingkan dengan di Kemayoran ya tidak bisa. Sebab, saya belum lihat di sana seperti apa. Tapi paling penting, atlet bisa istirahat lebih nyaman," ujar Budiharto.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed