detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 10 Apr 2018 17:25 WIB

Panahan Butuh TC di Luar Negeri Sebelum ke Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Panahan berharap TC di Korea Selatan. (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Pepanah Indonesia Prima Wisnu Wardhana mengeluhkan minimnya training camp ke luar negeri sebelum ke Asian Games 2018. Korea Selatan menjadi bidikannya.

Menuju Asian Games, PP Perpani menyiapkan tiga kali uji coba, yaitu Kejuaraan Asian di Bangkok, yang sudah bergulir pada 3-9 Maret, kemudian Kejuaraan Dunia di Shanghai (23-29 April) dan Turki (Mei). Mereka juga akan melakukan training camp ke Surabaya pada Juli nanti itu pun lantaran lapangan panahan di GBK harus streril satu bulan jelang multievent.

"Jika bicara kuantitas untuk uji coba atau bertanding sudah cukup tapi untuk latihannya menurut saya masih kurang. Panahan itu kiblatnya Korea Selatan, jadi secara pribadi saya ingin menambah ilmu ke sana karena kami masih banyak kurangnya," kata Prima, ketika ditemui di sela-sela latihan, Selasa (10/4/2018).

Prima berpendapat latihan di luar negeri akan memberi penjelasan secara spesifik bagaimana teknik yang baik dan benar, serta berlandaskan sport science.

"Bertanding di luar negeri itu dari segi alat dan pelatihannya di sana lebih komplet. Ibarat seperti buku mereka itu seperti punya komputer untuk mengetahui otot mana, tulang mana, yang dipakai untuk gerak. Seperti sport science, kalau di sini kan belum ada. Kami atlet masih berpikir ini benar tidak ya teknik seperti ini, yang kami gunakan selama ini," ujar pepanah berusia 22 tahun ini.

"Sementara untuk fasilitas dan lainnya tidak masalah. Maka itu, minimal sepekan latihan di luar negeri jadi tak perlu lama," dia menambahkan.

"Keinginan ini pernah saya utarakan kepada pelatih saya yang mendampingi di SEA Games kemarin. Tapi kembali lagi ujung-ujungnya dana," tuturnya.

"Sebenarnya anggaran sudah turun tinggal kesepakatan bersama saja, tapi (rupanya) pelatih hanya memfokuskan di sini. Mungkin karena Asian Games kita tuan rumah. Namun, saya pribadi dan pernah bicara dengan yang lain memang butuh training camp ke luar negeri," dia menambahkan.

Tim panahan Indonesia diharapkan bisa memberi kejutan seperti saat di SEA Games 2017 Malaysia meraih 4 emas. Namun dengan kondisi ini, menurut Prima, peluangnya fifty-fifty.

"Enggak (realistis). Realistisnya masih 50 persen lah takaran untuk mendapatkan emas di Asian Games. Ini bicara di nomor saya ya, nomor compound mix team dan beregu. Soalnya nomor individu compound (nomor spesialis) saya tak dipertandingkan," tutur peraih medali emas SEA Games 2017 ini.

"Jadi jika Bapak Chef de Mission (Syafruddin) bilang diharapkan bisa beri kejutan, ya semoga saja. Insya Allah," dia menambahkan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com