London Tuan Rumah Olimpiade 2012
Rabu, 06 Jul 2005 21:55 WIB
Jakarta - Teka-teki siapa penyelenggara Olimpiade 2012 berakhir sudah. London terpilih setelah mengalahkan Paris dalam pemilihan yang berlangsung di Singapura, Rabu (6/7/2005). Selain London dan Paris, ada tiga kota lain yang juga menjadi kandidat yaitu Moskow, New York dan Madrid. Tetapi ketiganya gagal di babak eliminasi. Moskow menjadi kandidat pertama yang tersingkir setelah hanya mengantongi 15 suara. Di babak berikutnya, giliran New York tersisih setelah hanya mendapat 16 suara. Madrid tersungkur di babak ketiga setelah hanya mengumpulkan 31 suara.Saat kandidat tuan rumah menyisakan London dan Paris, anggota IOC diminta untuk menentukan pilihan yang terakhir. Hasilnya, London keluar sebagai pemenang setelah unggul tipis 54 berbanding 50 suara atas Paris. "International Olympic Committee (IOC) dengan bangga mengumumkan kalau Olimpiade ke-30 tahun 2012 akan diselenggarakan di kota London." Pengumuman Presiden IOC Jacques Rogge itu langsung disambut dengan suka cita oleh delegasi Inggris. Di antara yang bersuka ria adalah kapten timnas Inggris, David Beckham. "Tahun 2012, saya bisa mengajak anak-anak saya ke olimpiade yang sebelumnya mungkin tidak akan pernah terjadi. Ini merupakan angkatan yang besar buat negeri kami," tukas bintang Real Madrid tersebut dikutip AP, Rabu (6/7/2005). Beckham merupakan salah satu duta untuk London 2012. Selain dirinya, London juga membawa sederet nama selebriti olahraganya seperti Sir Bobby Charlton dan pelatih timnas Three Lions Sven Goran Eriksson. Sementara Perdana Menteri Tony Blair mengaku bangga dengan keberhasilan delegasi Inggris yang dipimpin oleh salah satu pahlawan olimpiadenya Sebastian Coe. Blair sendiri berharap olimpiade 2012 akan menjadi momen tak terlupakan. "Kami mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan olahraga di negeri kami, menggelar olimpiade dan meninggalkan warisan untuk masa depan," tukas Blair di sela-sela pertemuan G8 di Skotlandia. Sebelum menghadiri pertemuan G8, Blair menyempatkan diri untuk datang ke Singapura dan melobi IOC selama dua hari. Usaha tersebut betul-betul tidak sia-sia. Dengan demikian London akan menjadi tuan rumah olimpiade untuk ketiga kali, setelah tahun 1908 dan 1948. Inggris sendiri pernah mengajukan diri sebagai tuan rumah pada 1992 (Birmingham) serta 1996 dan 2000 (Manchester) tetapi selalu gagal. Sebaliknya, Paris harus kembali menelan pil pahit. Kegagalan menjadi tuan rumah olimpiade ini merupakan yang ketiga kali dialami oleh Kota Mode tersebut setelah tahun 1992 dan 2008. Paris terakhir kali menggelar olimpiade tahun 1924. (mel/)











































