Beberapa Alasan London Menjadi Tuan Rumah Olimpiade 2012
Rabu, 06 Jul 2005 23:24 WIB
Jakarta - London secara dramatis berhasil terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2012. Dibadingkan empat kota kandidat lainnya, London memang memiliki nilai khusus.Proses seleksi tuan rumah Olimpiade sebenarnya telah dilaksanakan IOC sejak dua tahun lalu. Selain London masih ada empat kandidat lain yakni Paris, Madrid, Moskow dan New York.Terpilihnya London dalam rapat IOC di Singapura, Rabu (6/7/2005) pun setelah melewati tahapan yang sangat dramatis. Sebab saat voting terakhir, kota kediaman Ratu Elisabeth itu hanya unggul empat suara, yakni 54 berbanding 50 dengan Paris.Semua kandidat memiliki senjata rahasia untuk menarik kepercayaan semua anggota IOC. Namun dibandingkan empat kandidat lain, London memiliki keistimewaan yang lebih menonjol. Inilah yang membuat ibu kota Inggris itu kembali dipercaya menggelar Olimpiade untuk ketiga kalinya setelah tahun 1908 dan 1948.Faktor pertama yang menguntungkan London ialah sosok legenda Olimpiade, Lord Coe. Peraih dua medali emas nomor lari 1500 meter ini, merupakan tokoh kunci yang memanfaatkan pengalamannya sebagai atlet dan legenda Olimpiade dalam lobi-lobi politik. Coe sangat sering bepergian untuk meyakinkan tiap anggota IOC, bahwa London pantas mendapatkan suara.Faktor kedua yaitu dipakainya beberapa tempat terkenal sebagai arena pertandingan, seperti Wimbledon untuk tenis, stadion Wembley untuk sepakbola dan Horseguards Parade untuk pertandingan voli pantai.Faktor ketiga yaitu kampanye yang agresif di dalam negeri maupun internasional. Setiap momen penting selalu digunakan untuk meyakinkan bahwa Inggris sangat ingin menggelar Olimpiade. Bahkan Coe dan Ketua Eksekutif London, Keirh Mills, berani membandingkan keunggulan London dengan tiap kota pesaingnya.London juga menggunakan beberapa tokoh terkenal sebagai juru kampanyenya seperti Nelson Mandela, Sven Goran Eriksson dan David Beckham. Sementara ketika para inspektor IOC mengunjungi London, Ratu Elizabeth berkenan mengundang makan malam bersama di Buckingham Palace.Faktor terakhir yang sangat penting ialah dukungan dari pemerintah. Berbeda dengan empat kandidat lainnya, London sangat jelas mendapat dukungan kuat dari pemerintah Inggris. Sesaat sebelum pemilihan, Perdana Menteri Tony Blair menyempatkan datang ke Singapura untuk melakukan kampanye. Padahal Blair saat itu sedang dalam agenda penting dalam pertemuan G8 di Skotlandia.Kehadiran Blair menunjukkan bahwa Olimpiade 2012 merupakan agenda yang sangat penting bagi Inggris. Bahkan Blair juga mendapat dukungan dari mayor Ken Livingstone yang merupakan lawan politiknya. Kesepakatan antara Blair dan Livingstone ini menunjukkan kepada IOC bahwa politik sama sekali tidak mempengaruhi persiapan London sebagai tuan rumah Olimpiade. (lom/)











































