Pemilihan Tuan Rumah Olimpiade 2012
Paris Kecewa, London Pesta Pora
Kamis, 07 Jul 2005 01:59 WIB
Jakarta - Warga Paris kecewa dan seakan tidak percaya IOC memilih London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012. Sementara di London, pesta digelar di mana-mana.Sekitar 1000 warga Paris berkumpul di depan dua televisi raksasa yang dipasang di City Hall, untuk menyaksikan siaran langsung proses pengumuman tuan rumah Olimpiade 2012 dari Singapura, Rabu (6/7/2005).Namun suasana ceria yang tertahan perasaan tegang seketika berubah muram begitu Preside IOC, Jacques Rogge, mengumumkan London sebagai tuan rumah Olimpiade 2012 dengan hasil voting 54:50 melawan Paris. Tidak sedikit warga Paris yang menangis sedih. Botol-botol sampanye yang disiapkan tidak disentuh, dan rombongan orkestra yang telah siap di panggung disuruh turun.Seperti disiarkan langsung stasiun televisi Prancis, LCI, Walikota Paris Bertrand Delanoe mengungkapkan kekecewaannya lewat wawancara langsung dari Singapura. "Ini merupakan kekecewaan yang sangat dalam, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana ini terjadi, untuk memberitahukan apa sebenarnya yang terjadi," ujarnya seperti dikutip AFP.Kafe-kafe dan restoran yang dipenuhi warga untuk makan siang, juga memancarkan suasana kecewa. Demikian juga para pengemudi mobil yang mengikuti berita lewat radio."Prancis sangat membutuhkannya, Olimpiade akan menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya perhotelan dan restauran," ujar Stephane Gasparini, seorang pengguna jasa kereta api bawah tanah. Nada kekecewaan juga diungkapkan legenda sepakbola Prancis, yang juga merupakan mantan kapten Les Blues Didier Deschamps. "Ini sangat mengecewakan. Saat ini seharusnya menjadi momen yang sangat luar biasa bagi Prancis menggelar Olimpiade. Tetapi bagaimanapun Anda harus memberi selamat kepada London," ujarnya.Di kota London, suasananya berubah gegap gempita begitu ibu kota Inggris itu diumumkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2012. Nyanyian, teriakan, tarian dan saling rangkul satu sama lain menjadi pemandangan di Trafalgar Square, tengah kota London yang dipasang sebuah giant screen.Sebanyak sembilan pesawat Hawk milik Angkatan Udara Inggris turut meramaikan pesta, dengan parade udaranya yang membentuk formasi "V", disertai jejak asap yang berwarna merah, biru dan putih."Di sini sungguh bergetar," ujar Kizzy Welling seorang murid berlokasi di dekat Trafalgar Square, yang berusia 15 tahun. "Ini merupakan kesempatan untuk membangun infrastruktur transportasi. Dengan kemenangan ini, mereka harus memberikan usaha tambahan untuk membangun London," timpal gurunya, Diane Degras.Bagi Inggris, ini adalah ketiga kalinya mendapat kesempatan menggelar pesta olahraga sedunia, Olimpiade, setelah tahun 1908 dan 1948. Sebelumnya Inggris juga pernah tiga kali gagal dalam pencalonan yakni di Birmingham (1992) dan Manchester (1996 dan 2000). (lom/)











































