DetikSport
Rabu 25 April 2018, 13:50 WIB

Buka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Ini Harapan Menpora

Mercy Raya - detikSport
Buka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Ini Harapan Menpora Foto: Dok: Kemenpora
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi secara resmi membuka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior ke-15. Secara khusus ia juga punya harapan tersendiri dari ajang tersebut.

"Selamat kepada Persatuan Senam Indonesia (Persani) karena ini adalah buah kerja yang luar biasa dan semoga dengan kejuaraan senam junior ini bisa menyemangati semua atlet Indonesia," kata Imam usai membuka acara di Istora, Rabu (25/4/2018).


Ajang 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships (JAGAC) 2018 ini bergulir 25-28 April di Istora, Senayan, Jakarta. Ada 20 negara peserta di antaranya China, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, dan Filipina.

Buka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Ini Harapan MenporaFoto: Dok: Kemenpora

"Lebih penting dari itu, ajang ini bisa memberikan spirit baru bagi panitia agar saat Asian Games betul-betul siap semuanya. Saya juga secara khusus menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta karena ini yang mungkin bisa diberikan oleh Indonesia, tetapi menuju Asian Games tentu kami akan menyempurnakan semua hal," kata Menpora.

Kejuaraan senam artistik itu baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Ajang ini juga bertujuan mencari tiket menuju Youth Olympic Games (YOG) 2018 di Buenos Aires, Argentina. Menpora berharap tiket itu bisa diraih.

"Ini menjadi bagian dari kualifikasi youth olympic. Sudah pasti ini menjadi hal penting bagi pesenam muda Indonesia dan kita harus mendukungnya. Saya kira satu tiket bisa lah kita (Indonesia) dapatkan," sebut Imam.

Buka Kejuaraan Asia Senam Artistik Junior 2018, Ini Harapan MenporaFoto: Dok: Kemenpora

Ketua Umum Persani Ilya Avianti, optimistis atletnya mampu unjuk gigi di kejuaraan kali ini. Menurunkan 10 atlet putra dan putri, ia berharap atletnya bisa lolos kualifikasi lebih dulu.

"Yang penting atletnya menang dulu, lolos kualifikasi dulu. Sebab, persaingannya juga lumayan ketat," kata Ilya.

Selain itu, dukungan materi dari pemerintah ikut mempengaruhi prestasi si atlet itu sendiri. "Atlet luar itu kan dibiayai negara kalau kita biaya sendiri. Negara hanya memberikan saat event saja. Ini kita cari sendiri," tuturnya.




(mcy/krs)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed