detiksport
Follow detikSport
Kamis, 26 Apr 2018 18:43 WIB

INASGOC Masih Jajaki Potensi Tambahan Sponsor di Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Dok: Humas INASGOC Foto: Dok: Humas INASGOC
Jakarta - Kebutuhan sponsor Asian Games 2018 saat ini sudah terpenuhi. Tapi Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) masih menjajaki potensi tambahan sponsor.

Untuk Asian Games 2018 ada kebutuhan sponsorship sebesar Rp 1,1 triliun, yang saat ini sudah terpenuhi. Hal itu diungkap Wakil Direktur Departement Revenue Deputi II INASGOC Cahyadi Wanda dalam jumpa pers tentang dukungan PT Indofood Sukses Makmur Tbk kepada Asian Games 2018 di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

INASGOC Masih Jajaki Potensi Tambahan Sponsor Asian Games 2018Foto: Dok: Humas INASGOC

Sehubungan dengan sponsor Asian Games, Cahyadi menuturkan ada beberapa kategori untuk mendapatkan pendapatan di luar anggaran negara, di antaranya sponsor prestige, sponsor, partner, dan sponsor supplier yang memiliki jenis pemanfaatan dan nilai berbeda.

Terkecuali untuk perusahaan pesawat dan asuransi, INASGOC sudah menutup peluang kerjasama untuk sponsor kategori prestige dan partner lantaran pemasangan tempat iklan yang terbatas. Terutama di e-board di setiap venue pertandingan.

"Sebenarnya tidak habis-habis banget karena kami masih menyisakan satu tempat untuk dua elemen yaitu pesawat dan asuransi. Proses negosiasi sampai saat ini masih terus berjalan dan memang tak mudah karena jelas secara hitungan bisnis harus ada. Kami harus memberikan benefit yang baik dan memberi hitungan untuk INASGOC yang terbaik juga," katanya.


Tercatat ada 37 sponsor prestige dan partner yang telah resmi mendukung Asian Games 2018 Jakart Palembang. Sponsor-sponsor tersebut akan mendapat tempat di e-board dalam jumlah yang mamsih digodok oleh panitia pelaksana.

"E-board itu kan jumlahnya terbatas. Nah, keterbatasan itu juga yang membuat kami akhirnya pilih setop untuk membuka kerjasama. Seperti diketahui, kategori sponsor prestige diisi oleh perusahaan- perusahaan BUMN, salah satunya Pertamina karena memang secara manfaat mereka yang paling banyak dan secara inventory. Lalu ada partner, seperti Indofood masuk ke sana," lanjutnya.

Berbeda dengan sponsor prestige dan partner, Cahyadi masih membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak yang ingin bekerjasama sponsor kategori supplier. Supplier ini masuk dalam bentuk fasilitas dukungan barang seperti peralatan olahraga dan fasilitas pendukung lainnya.

"Jadi kami tak meminta uang tapi kami membutuhkan barang seperti perlengkapan mandi, minuman-minuman khusus misalnya bersoda, teh, itu kami butuh dan masih kami terima sampai saat ini," ujarnya.

Terkait Indofood, perusahaan bahan makanan tersebut kini resmi menjadi official partner Asian Games 2018 yang juga akan ikut menggencarkan Asian Games melalui produk dan TV Commercial (TVC). Iklan tersebut mengangkat kisah perjuangan empat atlet, Liliyana Natsir (bulutangkis), Eko Yuli Irawan (angkat besi), Evan Dimas (sepakbola), dan Rony Syaifullah (pencak silat).

Mereka juga akan membuat desain mie instan edisi Asian Games, yang diharapkan bisa menambah gaung ajang itu. "Kami senang dan bangga bisa berpartisipasi pada ajang kompetisi olahraga terbesar di Asia. Kami percaya untuk menjadikan Indonesia bangsa yang unggul dan berprestasi dalam bidang apapun, diperlukan gizi yang baik. Indofood selama ini sudah konsisten memberikan dukungan kepada kegiatan olahraga seperti sepakbola, bulutangkis, hingga lari," kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Axton Salim.

INASGOC Masih Jajaki Potensi Tambahan Sponsor Asian Games 2018Foto: Dok: Humas INASGOC


(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed