DetikSport
Senin 21 Mei 2018, 19:59 WIB

Ini 5 Fokus Kerja Besar di 90 Hari Menuju Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Ini 5 Fokus Kerja Besar di 90 Hari Menuju Asian Games 2018 Mural Asian Games 2018 (Lamhot Aritonang/detikSport)
Jakarta - Asian Games 2018 akan dimulai kurang dari 90 hari lagi. Ada lima hal yang menjadi fokus panitia Asian Games saat ini. Apa saja?

Asian Games akan bergulir 18 Agustus hingga 2 September di Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat. Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) masih menyimpan banyak pekerjaan rumah untuk menyukseskan pesta olahraga negara-negara Asia tersebut.

Ketua INASGOC, Erick Thohir, mengungkapkan lima hal yang tengah menjadi fokus saat ini. Yakni, upacara pembukaan dan penutupan Asian Games, games time, torch relay atau kirab obor, keamanan, dan kemacetan lalu lintas.

Baca Juga: Pemprov Jabar Jamin Keamanan dan Kualitas Makanan Atlet di Asian Games

"Nah, kelima ini bisa berjalan baik, tadi sudah mencetuskan formula yang sudah kami lakukan contohnya di venue exercise. Semua direktur duduk, diskusi bersama, menghasilkan keputusan bersama tapi waktu itu planning. Sekarang kan sudah 90 hari lagi, jadi sudah action," kata Erick dalam wawancara dengan detikSport, serta lima media lainnya, di Wisma Serbaguna Senayan, Senin (21/5/2018).

"Contoh yang dirapatkan hari ini kami berbicara logistik. Nah, logistik ini harus menjadi keputusan. Alhamdulillah tadi alat-alat broadcasting rupanya vendor ini sudah termasuk mengirim dan mengeluarkan barang. Peralatan olahraga bagaimana?, oh masuk barang lalu diapakan. Jadi itu sudah menjadi action. Bukan lagi, barang masuk nanti bagaimana atau cari vendornya? sudah tidak ada begitu. Sekarang ini sudah eksekusi. Sisa waktu ini sudah menjadi hal yang krusial dan sudah tidak ada hal-hal yang ditoleransi lagi," dia menjelaskan.

"Nah, manajemen ini sudah harus bisa berjalan seperti mesin jadi satu visi. Tidak bisa oh saya tidak tahu ini atau tidak tahu itu. Dan mohon maaf saya sebagai pimpinan kami sudah dalam posisi sudah directive dalam arti tegas. Dan, keputusan itu kadang-kadang tidak tidak enak tapi harus dilakukan karena kita harus menciptakan manajemen itu tadi, profesional, transparan, dan punya satu visi yang sama untuk sukses oriented atau target oriented," bos Mahaka itu menambahkan.

Di antara lima fokus itu, Erick memberikan ekstra konsentrasi kepada keamanan dan kemacetan lalu lintas di Jakarta. Persoalan keamanan para tamu menjadi PR besar bagi INASGOC. Apalagi, dengan munculnya tragedi teroris di sejumlah kota di Indonesia.

Baca Juga: Venue Asian Games 2018 di Jabar Belum Beres

"Tapi saya yakin dengan bantuan pemerintah kementerian ini bisa menjadi solusi. Alhamdullilah tanggal 23 Mei ada rapat dipimpin oleh Bapak Gubernur jam 10 pagi. Semoga dua isu ini bisa mendapat solusi," ujar pria yang juga Ketua KOI itu.

Nah, untuk urusan kemacetan di Jakarta, Ercik akan membahasnya lagi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Usulan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk membatalkan libur anak-anak sekolah dan menggantinya dengan menyesuaikan jam sekolah agar bisa mendukung langsung Asian Games juga belum final.

"Bukan belum putus tapi mereka melihat bahwa yang tadinya anak-anak mendapat tugas di rumah, tapi sebagian tetap ada sebagian yang rotasi masuk. Jadi misalnya masuk 6.30 WIB kemudian pulangnya jam 14.00 Wib. Jadi ada penyesuaian jam hanya tetap ada assessment. Begitu untuk jam kantoran akan diputuskan nanti," kata Erick.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed