DetikSport
Senin 21 Mei 2018, 20:37 WIB

Erick Thohir: Teror Bom Tak Pengaruhi Peserta Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Erick Thohir: Teror Bom Tak Pengaruhi Peserta Asian Games 2018 Promosi Asian Games 2018 di jalan protokol ibukota (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Rentetan teror bom di Indonesia memunculkan travel advice bagi sejumlah negara. Namun negara-negara Asian Tenggara diklaim siap ikut Asian Games 2018.

Hal itu dipastikan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir setelah melakukan pertemuan South East ASEAN Games Federation (SEAGF), di Filipina, 15-16 Mei lalu.

"Alhamdullilah peserta Asian Games belum ada yang mengirim surat kerisauan. Kemarin saya mendapat kesempatan ke Filipina yang rapat SEA Games 2019, negara-negara yang di bawah Asia Tenggara menyatakan soliditas bahwa mereka ikut," kata Erick dalam wawancara dengan detikSport serta lima media lainnya di Wisma Serbaguna Senayan, Senin (21/5/2018).

"Jadi tentu yang bisa kami yakinkan kepada mereka bahwa, tadi, kami ada tahap-tahap yang harus dijalankan, yang sudah kami persentasikan dengan Olympic Committee Asia, kami nyaman seperti itu," sambungnya.


"Seperti misalnya soal akreditasi. Kemarin dari panitia saya sendiri bilang boleh tidak Pemimpin Redaksi (media) tidak pakai akreditasi atau undangan? Saya bilang, tidak bisa. Pemred susah loh mengumpulkan data? kalau susah ya beliau berarti tak mau datang. Ya sudah berarti jangan dikejar. Ini contoh," paparnya.

"Apalagi? oh, bagaimana nanti dari sponsor. kan mereka kasih duit ke kita, masa persulit mereka dengan data. Kalau mau kasih anak buahnya bagaimana? ya tidak bisa. Jika ada register, Anda yang datang."

"Namanya 18 Agustus bukan tanggal bergerak. 'Oh karena sponsor seribu orang tak datang ramai tidak ramai kami mundurkan besok, ya tidak bisa. Tamu VIP kan tetap datang, penonton juga, atlet juga mesti defile. Ini yang namanya fleksibilitasnya sudah tidak bisa seperti yang dulu-dulu. Ini sudah menjadi ritme bersama untuk tadi."

Sistem keamanan yang ketat tidak hanya diberlakukan saat upacara pembukaan dan penutupan Asian Games, tetapi saat berlangsungnya pertandingan. Termasuk penonton yang akan menyaksikan pertandingan secara langsung di venue, maka akan ada sistem tiket yang memungkinkan harus menggunakan data resmi.


"Apalagi penonton di sini ada dua macam, penonton yang resmi dari negara peserta mereka booking ticket loh. Dari Jepang sudah ribuan tiket untuk bisbol. Tak mungkin kami memberi tiket ke mereka tanpa data. Namanya multievent yang sangat besar tapi tidak sefleksibel tiket nonton konser."

Erick menambahkan kondisi ini bukan berarti tidak akan ada tiket yang dijual di tempat. Namun, identitas pribadi apapun harus disinkronisasikan. Bahkan, penonton nantinya tidak diperbolehkan membawa tas kecuali yang memiliki kartu identitas resmi dari INASGOC.



(mcy/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed