DetikSport
Selasa 12 Juni 2018, 06:17 WIB

Demi Hindari Calo, Pembelian Tiket Asian Games 2018 Akan Dibatasi

Mercy Raya - detikSport
Demi Hindari Calo, Pembelian Tiket Asian Games 2018 Akan Dibatasi Tiket Asian Games 2018 Dijual Mulai 30 Juni (Foto: Humas INASGOC)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) akan membatasi pembelian tiket online dan offline. Itu dilakukan untuk menghindari calo.

Tiket dan calo menjadi dua hal yang sulit dipisahkan saat ada event berlangsung, baik nasional maupun internasional. Sejauh ini, penyebaran calo di area-area penjualan belum bisa diselesaikan lantaran jumlahnya yang banyak dan sulit terdektesi.

Untuk diminimalisasi praktik calo saat Asian Games, INASGOC bekerja sama dengan KiosTix, mitra dalam pengelolaan tiket, akan membatasi penjualan maksimal empat tiket per individu. Pengecualian untuk yang bersifat group booking atau bulk buying dari organisasi tertentu seperti NOC (National Olympic Committee) maupun perwakilan negara asing.

"Pembelian tiket harus disertai dengan pengisian data. Nah, minimal satu data pengenal bisa membeli empat tiket," kata Chief Executive Officer, Ade Sulistioputra, dalam jumpa pers di Wisma Serbaguna, Senayan, Senin (11/6/2018).


Selain itu, akan ada tanda khusus pada tiket yang memungkinkan penonton bisa masuk ke dalam area venue pertandingan.

"Jadi kalau ada masalah dengan tiket tersebut kita bisa melacak awal tiketnya dari mana, siapa yang beli. Ibaratnya, keamanannya sebanyak mungkin berlapis untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," katanya.

"Malah tiket bisa saja ditarik karena semua barcode terintegrasi dengan sistem online kami juga. Jadi bisa langsung ditarik."


Sebelumnya, Direktur Ticketing Panitia Pelaksana Asian Games 2018, Sarman Simanjorang, mengatakan bahwa tiket yang dijual nantinya akan berbentuk E-voucher yang dilengkapi dengan QR code dan kemudian akan ditukar dengan thermal ticket (tiket fisik) atau wristband ticket (tiket berupa gelang).

Tiket akan dipindai dan dipantau oleh relawan ticketing yang berjumlah kurang lebih 1.000 orang saat penonton memasuki venue pertandingan.

"Dengan metode seperti ini diharapkan dapat mangatasi permasalahan tiket palsu yang sering muncul saat penyelenggaran event besar," tambah Sarman.


(mcy/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed